Catat Nihil Fatalitas, SIG Komitmen Tingkatkan Safety Maturity
Pasardana.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (IDX: SMGR) atau SIG menegaskan komitmennya terhadap implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Komitmen itu tertuang dalam keberhasilan SIG mencatatkan Nihil Fatalitas (recordable) di seluruh wilayah operasi pabrik semen pada 2025.
Pencapaian ini menjadi cerminan komitmen kuat Perusahaan dengan menempatkan K3 sebagai nilai utama dalam aktivitas pekerja sehari-hari.
Menutup rangkaian Bulan K3 Nasional 2026 SIG Group yang diselenggarakan secara hybrid dari PT Semen Tonasa, Pangkep, Sulawesi Selatan, Direktur Operasi SIG Reni Wulandari menegaskan, bahwa peringatan Bulan K3 Nasional bukanlah sekadar agenda seremonial tahunan tetapi momentum untuk refleksi atas kesadaran sekaligus evaluasi dari pelaksanaan budaya K3 di lingkungan SIG Group.
"Bulan K3 Nasional juga menjadi pengingat komitmen SIG untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), tetapi juga untuk memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif," kata Reni, Kamis (26/2/2026).
Pada peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIG mengangkat tema “From Compliance to Resillience: Insan SIG sebagai Penggerak Budaya K3 dalam Implementasi K3 yang Inklusif, Kolaboratif dan Berkelanjutan".
Tema ini menyoroti peran strategis individu sebagai penggerak utama keberhasilan K3.
Melalui tema ini juga SIG menunjukkan komitmen untuk meningkatkan safety maturity atau kemampuan untuk mengatasi risiko keselamatan ke level lebih tinggi secara berkelanjutan.
Penerapan aspek K3 di SIG didukung oleh komitmen yang kuat dari manajemen Perusahaan melalui kebijakan dan standarisasi di seluruh anak usaha, serta pengawasan yang berkesinambungan dan menjadi wujud komitmen kepemimpinan (leadership) yang tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga dapat dirasakan kehadirannya oleh seluruh karyawan.
Selain Nihil Fatalitas, pada 2025, SIG berhasil mencatatkan Lost Time Injury Frequency Rate di angka 0,13 dari target 0,3 dan Lost Time Injury Severity Rate di angka 1,01 dari target 5, serta pencapaian implementasi leading indicator di antaranya melalui program Safety Observation Tour, Corporate Life Saving Rules (CLSR) improvement plan, Visible Safety Leadership (VSL) Ambassador, CSMS, Safety Academy, kesiapan respon darurat (emergency response preparedness) dan lain-lain.
Atas komitmen tersebut, SIG meraih berbagai penghargaan di antaranya Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan, Tropi & Aditama Terbaik atas Pengelolaan Keselamatan Pertambangan dari Kementerian ESDM, dan Indonesian Conference & Competition on Occupational Safety & Health (ICC-OSH) Award.
Salah satu upaya strategis SIG dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan SIG Group adalah melalui implementasi VSL, yaitu keterlibatan aktif lini manajemen yang terjun langsung ke lapangan untuk berdialog, melakukan observasi dan intervensi konstruktif ketika ditemukan kondisi maupun tindakan tidak aman.
Untuk meningkatkan dan memperkuat upaya tersebut, SIG mendorong transformasi menuju Visible- Felt Safety Leadership (VFSL) — di mana kepemimpinan dalam keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja.
Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Reni menambahkan, pada rangkaian acara peringatan Bulan K3 Nasional 2026, SIG juga meluncurkan New CLSR sebagai panduan bekerja aman bagi seluruh karyawan.
New CLSR yang berisi 20 poin panduan keselamatan kerja disusun berdasarkan data statistik insiden yang dilaporkan (recordable incident) dan risiko proses bisnis operasi SIG.
”Budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama. Safety Yes, Accident No! Safety is Our Top Priority,” tegas Reni.

