ARKO Umumkan Beroperasinya Proyek Pembangkit Listrik Kukusan 2, Target Produksi 35 GWh per Tahun!
Pasardana.id - PT Arkora Hydro Tbk (IDX: ARKO) terus memperkuat komitmen pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengoperasian Proyek Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung.
Setelah melalui proses commissioning sesuai standar yang berlaku, Proyek Kukusan 2 secara resmi mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 6 Februari 2026, sejalan dengan ketentuan dalam kontrak yang berlaku.
Direktur Utama PT Arkora Hydro Tbk, Aldo Artoko menuturkan, dengan beroperasinya Proyek Kukusan 2, Perseroan mampu mencerminkan konsistensi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT), menjadikan Indonesia selangkah lebih maju dalam transisi energi.
“Beroperasinya Proyek Kukusan 2 menegaskan komitmen kami dalam menyediakan energi bersih sekaligus menjaga kepercayaan yang diberikan oleh PLN,” ujar Aldo, seperti dilansir dalam siaran pers, Rabu (25/2).
“Kami terus melanjutkan proyek pembangkit listrik yang tengah berjalan seperti Proyek Tomoni (10 MW) yang progress konstruksinya mencapai 61% dan diperkirakan selesai pada tahun ini. Untuk Proyek Pongbembe (20 MW) yang baru saja dimulai di akhir tahun 2025, ditargetkan selesai pada 2029,” rinci Aldo.
Secara finansial, Proyek Kukusan 2 mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan Perseroan khususnya dalam peningkatan arus kas atas pendapatan rutin yang diterima dari PLN untuk 25 tahun ke depan dan mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan dalam jangka panjang.
Hal ini memungkinkan Perseroan menambah dan mengeksekusi pipeline yang telah mencapai lebih dari 300 MW di berbagai wilayah di Indonesia, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada energi nasional.
“Ke depannya, kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip ESG untuk terus menerangi Indonesia dengan energi bersih dari tenaga air melalui lebih banyak lagi proyek pembangkit listrik EBT di Indonesia,” terang Aldo.
Diketahui, Proyek Kukusan 2 merupakan pembangkit listrik tenaga air berbasis run-of-river dengan kapasitas 5,4 MW (2 x 2,7 MW), yang mengandalkan aliran sungai alami tanpa bendungan besar, sehingga meminimalisasi dampak lingkungan.
Dengan estimasi produksi listrik sebesar 35,02 GWh per tahun, Proyek Kukusan 2 menjadi pembangkit listrik keempat yang dioperasikan oleh Perseroan dan berkontribusi sekitar 17,8% terhadap total estimasi produksi listrik Perseroan pada tahun 2026 sebesar 197,28 GWh.
Adapun Proyek Kukusan 2 memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) selama 25 tahun.
Listrik yang diproduksi oleh Proyek Kukusan 2 mengaliri saluran distribusi listrik Lampung sehingga dapat digunakan oleh masyarakat, industri, serta fasilitas publik.
Dengan konsumsi listrik per kapita Indonesia sebesar 1.411 kWh/tahun, Proyek Kukusan 2 mampu mengaliri listrik bagi sekitar 5.000 hingga 7.000 rumah tangga atau sekitar 25.000 jiwa.
Di tengah masa konstruksi pun, seluruh kegiatan dilaksanakan dengan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang ketat sehingga berhasil mencatat zero fatality dan zero accident, menunjukkan komitmen terhadap keselamatan kerja dan pembangunan yang bertanggung jawab.
Dengan beroperasinya proyek ini, Perseroan juga akan semakin berperan dalam mendukung Pemerintah dalam mencapai target Net Zero Emission pada 2060.
Sejak tahun 2017 hingga 2025, Perseroan berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak ±277.241 ton CO2eq dan akan berkontribusi dalam reduksi emisi gas rumah kaca sebesar ±170.809 ton CO2eq per tahun setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe beroperasi, mempertegas peran Perseroan dalam transisi energi nasional.

