ANALIS MARKET (23/2/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG Jumat (20/2) kemarin, ditutup turun 0.03%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp361 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, ANTM, GOTO, MBMA, dan INDF.

Sementara itu, Bursa saham AS (Wall Street) ditutup menguat pada Jumat (21/2), dipimpin saham-saham berkapitalisasi besar seperti Alphabet Inc. dan Amazon.com Inc., setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global yang diberlakukan Presiden Donald Trump. Mahkamah Agung AS, yang didominasi hakim konservatif, memutuskan dengan suara 6-3 untuk menolak tarif global Trump yang diberlakukan tahun lalu berdasarkan undang-undang keadaan darurat nasional. Trump menyebutkan putusan tersebut sebagai “a disgrace” dan menyatakan akan memberlakukan tarif global 10% selama 150 hari berdasarkan Section 122 Trade Act 1974 sebagai pengganti tarif darurat yang dibatalkan pengadilan. Indeks S&P 500 naik 0,69%, Nasdaq Composite menguat 0,90%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,47%. Saham Alphabet melesat 3,7%, Amazon naik 2,6%, dan Apple Inc. menguat 1,5%. Selain itu, saham Hasbro, Wayfair, Williams-Sonoma, dan RH juga naik sekitar 0,5%-2,3%. Sedangkan, saham Akamai Technologies anjlok 14% setelah memproyeksikan laba kuartal pertama di bawah estimasi analis.

Di sisi lain, Pasar Asia-Pasifik beragam pada Jumat (20/2), setelah ketiga indeks utama Wall Street melemah di tengah tekanan pada saham private credit serta meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Prospek serangan terhadap Iran meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan mengambil keputusan dalam 10 hari ke depan terkait kemungkinan aksi militer terhadap Teheran. Di Jepang, investor mencermati data inflasi Januari yang menunjukkan inflasi utama turun di bawah target 2% BoJ. Indeks Nikkei 225 turun 1,12%, dan Topix melemah 1,13%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 2,31%, sementara Kosdaq turun 0,58%. Selain itu, BoC dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga Loan Prime Rate (LPR) dengan suku bunga tenor satu tahun saat ini berada di 3% dan tenor lima tahun di 3,5%. Namun, pasar saham China daratan dan Hong Kong masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 melemah 0,05%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (23/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi untuk bergerak sideways hari ini. Diperkirakan, Support IHSG: 8200-8230 dan Resist IHSG: 8350-8420.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: ERAA, ARCI, HRTA, MEDC, JPFA, dan AMRT.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

ERAA Spec Buy dengan area beli di 422-430, cutloss di bawah 418. Target dekat di 434-440.

ARCI Spec Buy dengan area beli di 1785-1810, cutloss di bawah 1760. Target dekat di 1820-1850.

HRTA Spec Buy dengan area beli di 2730-2750, cutloss di bawah 2700. Target dekat di 2800-2860.

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1720-1730, cutloss di bawah 1700. Target dekat di 1755-1780.

JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2320-2380, cutloss di bawah 2300. Target dekat di 2430-2480.

AMRT Buy on Weakness dengan area beli di 1790-1815, cutloss di bawah 1780. Target dekat di 1835-1870.  

Disclaimer on