Survei Ipsos: AI Disebut Ancam Pekerjaan, Pengangguran Jadi Momok—Namun Kepercayaan Publik Justru Menguat Jelang 2026!
Pasardana.id - Tahun 2025 dipersepsikan sebagai periode yang menantang oleh masyarakatIndonesia, khususnya dari sisi kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan.
Namun, di tengah tekanan tersebut, kepercayaan konsumen menunjukkan tanda-tanda penguatan menjelang akhir tahun, yang menandakan munculnya optimisme baru terhadap arah perekonomian nasional.
Temuan ini disampaikan dalam laporan terbaru Ipsos, salah satu perusahaan riset pasar terkemuka di dunia, bertajuk “Ipsos Bright Horizons Insights 2026”.
Studi Ipsos menunjukkan, bahwa persepsi negatif terhadap kondisi ekonomi sepanjang 2025 tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan merupakan fenomena global.
Meski demikian, Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan sentimen publik yang lebih cepat dibandingkan rata-rata global, khususnya menjelang akhir tahun.
Pengangguran Menjadi Perhatian Utama Masyarakat Indonesia
Sebanyak 52% masyarakat Indonesia menganggap pengangguran sebagai salah satu perhatian utama mereka, hampir sejajar dengan isu kemiskinan dan ketimpangan sosial.
Tingginya perhatian terhadap ketenagakerjaan mencerminkan pentingnya stabilitas pekerjaan sebagai fondasi keamanan ekonomi rumah tangga.
Selain itu, 49% responden melaporkan mengenal seseorang yang kehilangan pekerjaan dalam enam bulan terakhir, sementara 29% menyatakan bahwa mereka percaya berpotensi kehilangan pekerjaan mereka sendiri dalam enam bulan ke depan.
Purbaya’s Effect Tercermin dalam Penguatan Indeks Kepercayaan Konsumen
Di tengah tingginya perhatian publik terhadap isu ekonomi, Indonesia menunjukkan penguatan yang terdapat dalam Ipsos Global Consumer Confidence Index (GCCI) yang relatif stabil dan berada di atas rata-rata global.
Tren ini mencerminkan apa yang dikenal sebagai “Purbaya’s Effect” yaitu meningkatnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan nasional.
Pada Agustus 2025, Indonesia menempati peringkat ketiga secara global (57,6) dalam GCCI.
Pada September 2025, indeks menurun tajam ke peringkat kesembilan (52,3) setelah terjadinya gejolak di berbagai kota.
Namun, setelah Purbaya diangkat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada September 2025, kepercayaan konsumen mulai pulih secara bertahap dan tetap stabil hingga Januari, mencapai 62,6 poin.
“Hasil Ipsos Global Consumer Confidence Index (GCCI) menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap arah ekonomi nasional mulai kembali. Purbaya’s Effect mencerminkan persepsi positif terhadap stabilitas kebijakan dan pengelolaan ekonomi, meskipun tantangan struktural masih ada,” terang Hansal Savla, Managing Director Ipsos Indonesia menanggapi temuan tersebut, seperti dilansir dalam siaran pers, Jumat (20/2).
Optimisme Finansial Pribadi Mulai Pulih
Lebih lanjut, pemulihan kepercayaan juga terlihat pada tingkat individu.
Sebanyak 64% masyarakat Indonesia memperkirakan kondisi keuangan pribadi mereka akan membaik dalam enam bulan ke depan.
Optimisme ini paling kuat dirasakan oleh Generasi Z serta kelompok berpendapatan rendah dan menengah, yang sebelumnya paling terdampak oleh tekanan ekonomi.
Seiring meningkatnya optimisme finansial, masyarakat Indonesia mulai menunjukkan kenyamanan yang lebih besar dalam melakukan pengeluaran, meskipun sikap kehatihatian tetap dipertahankan.
AI dan Dunia Kerja: Perhatian terhadap Dampak Transformasi
Transformasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), juga menjadi salah satu perhatian penting masyarakat Indonesia.
Sebanyak 76% responden percaya bahwa AI berpotensi menghilangkan banyak pekerjaan, sementara 68% meyakini bahwa AI akan menciptakan jenis pekerjaan baru.
Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia memandang AI sebagai perubahan yang tidak terelakkan, dengan fokus pada kesiapan tenaga kerja dan adaptasi keterampilan.
“Masyarakat Indonesia tidak menolak AI, namun mereka menyadari dampaknya terhadap dunia kerja. Tantangannya adalah memastikan transisi ini berjalan inklusif, didukung oleh peningkatan keterampilan dan kesiapan tenaga kerja,” sambung Hansal Savla.
Menuju 2026: Optimisme Tetap Kuat
Ke depannya, mayoritas masyarakat Indonesia memandang tahun 2026 dengan optimisme yang lebih besar.
Sembilan dari sepuluh orang Indonesia percaya bahwa 2026 akan menjadi tahun yang lebih baik dibandingkan 2025.
Selain itu, 80% responden memperkirakan pendapatan yang dapat dibelanjakan akan meningkat, sementara 81% meyakini kondisi ekonomi global akan membaik.

