ANALIS MARKET (18/2/2026): IHSG Berpotensi Rebound
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (13/2), IHSG ditutup turun 0.64%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp2.2 Triliun.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BUMI, BBRI, GOTO dan TLKM.
Sementara itu, Bursa saham AS berhasil mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Selasa (17/2), setelah sempat tertekan pada awal sesi. Rebound saham teknologi dan penguatan sektor keuangan menjadi pendorong utama pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,07%, S&P 500 bertambah 0,10%, dan Nasdaq Composite menguat 0,14%. Di sisi emiten, kenaikan saham Nvidia dan Apple berhasil mengimbangi pelemahan Microsoft dan Oracle. Dalam sepekan terakhir, kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) akan mengganggu model bisnis sejumlah perusahaan memicu aksi jual di saham perangkat lunak, perusahaan sekuritas, hingga emiten logistik. Ketidakpastian bertambah setelah perusahaan teknologi asal Tiongkok, Alibaba, meluncurkan model AI baru bernama Qwen 3.5 yang diklaim mampu menjalankan tugas kompleks secara mandiri. Sedangkan, sektor consumer staples menjadi yang terburuk dengan penurunan 1,5%. Saham General Mills anjlok 7% setelah perusahaan memangkas proyeksi penjualan dan laba inti tahunan. Norwegian Cruise Line melonjak 12,1% setelah investor aktivis Elliott mengungkapkan kepemilikan lebih dari 10% saham perusahaan tersebut. Saham Fiserv naik 6,9% setelah laporan menyebut investor aktivis Jana Partners mengambil posisi di perusahaan pembayaran tersebut. Di sisi lain, pasar kini menantikan rilis data personal consumption expenditure (PCE).
Di sisi lain, Bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Selasa (17/2). Sebagian pasar libur untuk perayaan Tahun Baru Imlek. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,42% dan Topix melemah 0,68%. Sedangkan, indeks ASX 200 Australia naik 0,24%. Sementara itu, pasar China Daratan, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Selain itu, pasar AS tutup pada hari Senin untuk libur nasional Hari Presiden. Di Jepang, pada Senin (16/2) melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2% YoY pada kuartal keempat, jauh di bawah perkiraan kenaikan 1,6% karena pengeluaran pemerintah menghambat aktivitas ekonomi. Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mengadakan pertemuan untuk membahas suku bunga pada bulan Maret, dengan memperkirakan hanya ada sedikit peluang untuk kenaikan suku bunga.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (18/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi untuk rebound hari ini, sepanjang bertahan di atas support 8160. Diperkirakan Support IHSG: 8120-8160 dan Resist IHSG: 8240-8300.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: PANI, BUMI, DEWA, RAJA, INET, dan INDY.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
PANI Spec Buy dengan area beli di 10450-10800, cutloss di bawah 10225. Target dekat di 10950-11300.
BUMI Buy if Break 296, dengan target dekat di 304-320. Cutloss di bawah 286.
DEWA Buy if Break 620, dengan target dekat di 640-660. Cutloss di bawah 600.
RAJA Spec Buy dengan area beli di 4850-4890, cutloss di bawah 4800. Target dekat di 4930-5000.
INET Buy if Break 388, dengan target dekat di 396-410. Cutloss di bawah 374.
INDY Spec Buy dengan area beli di 3480-3560, cutloss di bawah 3470. Target dekat di 3620-3680.
Disclaimer on

