Pertemuan Prabowo-Dubes dan KSAU Pakistan Bahas Kerjasama dengan RI

Foto : Dok Instagram Sekretariat_Kabinet

Pasardana.id - Presiden Prabowo Subianto baru saja menerima kunjungan delegasi Pakistan yang dipimpin oleh Duta Besar Zahir Hafeez Chaudhri dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Pakistan, Marsekal Zaheer Ahmed Baber Sidhu, di Istana Merdeka pada Kamis, (12/2).

Usai melakukan pertemuan tersebut, Dubes Pakistan Zahir Hafeez Chaudhri menegaskan, negaranya dan Indonesia telah menjalin hubungan yang sangat erat sejak bertahun-tahun lalu, bahkan sebelum kedua negara merdeka.

Hubungan tersebut membawa kedua negara menjalin berbagai kerja sama, termasuk di sektor pertahanan, keamanan, kesehatan, pendidikan, perdagangan, investasi, serta kebudayaan.

"RI dan Pakistan siap melanjutkan kerja sama ke babak baru. Kami menantikan era baru dalam hubungan Pakistan–Indonesia,” ujar Zahid setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo.

Zahid menjelaskan, komitmen Indonesia dan Pakistan untuk memperkuat hubungan bilateral semakin ditegaskan melalui kunjungan Presiden Prabowo ke Islamabad pada Desember 2025 lalu.

Selain itu, ada juga Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani yang telah mengunjungi Pakistan beberapa waktu lalu guna menjajaki peluang kerja sama baru.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Pakistan, Syed Mustafa Kamal juga telah berkunjung ke Indonesia pada awal tahun ini.

Kedua negara selanjutnya berencana menindaklanjuti berbagai peluang kerja sama melalui pertemuan tingkat tinggi.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi lainnya antara Pakistan dan Indonesia,” tutur Zahid.

Zahid menegaskan, Indonesia dan Pakistan merupakan mitra strategis, dengan jumlah penduduk yang mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia.

Zahid berkata, dia membahas peran masing-masing negara di Kelompok D-8 Negara Berkembang, Organisasi Kerjasama Islam (OKI), hingga ASEAN.

Secara khusus, Zahid membahas rencana Koferensi Tingkat Tinggi Kelompok D-8 yang akan diadakan di Indonesia.

"Kami menantikan kerja sama dengan Indonesia demi kesuksesan KTT mendatang di Indonesia, sekaligus demi keberhasilan D8 sebagai organisasi kerja sama delapan negara berkembang," tuturnya.