ANALIS MARKET (12/2/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Kenaikan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (11/2), IHSG kemarin ditutup naik 1.96%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp367 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BUMI, BMRI, CDIA dan WIFI.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup terkoreksi pada perdagangan Rabu (11/2). Pelemahan terjadi setelah euforia atas data tenaga kerja Januari yang menguat dari perkiraan mereda di tengah berkurangnya harapan pemangkasan suku bunga The Fed. Dow Jones Industrial Average turun 0,13%, S&P 500 melemah tipis kurang dari satu poin ke 6.941,47, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,16%. Laporan nonfarm payrolls Januari yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan penambahan 130.000 lapangan kerja. Di sisi sektoral, saham Salesforce turun 4%, dan ServiceNow melemah 5%. Sedangkan, saham Vertiv, penyedia infrastruktur digital, melonjak 24% setelah membukukan laba kuartal IV di atas ekspektasi serta memberikan proyeksi kuat untuk 2026. Saham Caterpillar, GE Vernova, dan Eaton juga ditutup lebih tinggi, seiring optimisme terhadap belanja infrastruktur dan pembangunan pusat data AI.
Di sisi lain, Bursa saham Asia kembali menguat pada Rabu (11/2). Di pasar Thailand melanjutkan rally seiring optimisme investor terhadap stabilitas politik dan langkah ekonomi baru setelah pemilu akhir pekan lalu. Penguatan tersebut didorong oleh kenaikan 1% indeks Kospi Korea Selatan dan kenaikan 1,6% indeks Taiex Taiwan. Sementara di Taipei, kenaikan 1,9% saham TSMC mendorong indeks all time high. Pasar Korea Selatan mencatat penguatan untuk hari ketiga berturut-turut, ditopang saham otomotif seperti Hyundai Motor dan Kia Corp yang masing-masing naik 5,9% dan 4,6%. Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan melakukan peninjauan awal terhadap proyek investasi AS guna mempercepat implementasi paket investasi senilai US$350 miliar yang dijanjikan dalam kesepakatan dagang. Langkah ini menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif lebih tinggi terhadap mobil dan produk farmasi Korea Selatan. Di Asia Tenggara, indeks SET Thailand melanjutkan penguatan pasca pemilu, naik 0,2%. Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas mengatakan pemerintahan koalisi baru akan fokus pada langkah keringanan utang dan investasi guna mendorong aktivitas ekonomi, seiring tetap menjaga disiplin fiskal.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (12/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8150-8220 dan Resist IHSG: 8370-8400.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: BUMI, MAPA, BREN, BBCA, MDKA, dan ANTM.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
BUMI Spec Buy dengan area beli di 260-270, cut di bawah 258. Target dekat di 278-284.
MAPA Spec Buy dengan area beli di 670-675, cut di bawah 660. Target dekat di 690-705.
BREN Spec Buy dengan area beli di 8000-8175, cut di bawah 8000. Target dekat di 8500-8600.
BBCA Spec Buy dengan area beli di 7400-7450, cut di bawah 7350. Target dekat di 7575-7675.
MDKA Buy on Weakness dengan area beli di 3100-3130, cut di bawah 3060. Target dekat di 3200-3230.
ANTM Buy if Break 4000, dengan target dekat di 4050-4100. Cutloss di bawah 3960.
Disclaimer on

