ANALIS MARKET (11/2/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Kenaikan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (10/2) ditutup naik 1.24%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp917 Miliar.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, BBCA, DEWA, BUVA, dan BBRI.
Sementara itu, Indeks-indeks saham utama Wall Street mayoritas melemah pada perdagangan Selasa (10/2), dengan S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah data penjualan ritel AS melemah dari perkiraan. Selain itu, kekhawatiran investor terhadap dampak kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terhadap sektor keuangan turut membebani pasar. Indeks S&P 500 turun 0,33%, Nasdaq Composite melemah 0,59%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average justru menguat 0,10%. Di sisi emiten, saham Costco turun lebih dari 2%, dan Walmart melemah lebih dari 1%. Pelemahan tersebut terjadi setelah laporan terbaru menunjukkan penjualan ritel AS pada Desember stagnan, meleset dari ekspektasi kenaikan 0,4% MoM. Pelaku pasar kini menanti rilis data ketenagakerjaan utama AS pada Rabu (11/2), disusul data inflasi Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) pada Jumat (13/2). Sektor keuangan juga berada di bawah tekanan setelah platform teknologi Altruist meluncurkan alat perencanaan pajak berbasis AI. Saham LPL Financial anjlok 8,3%, Charles Schwab turun 7,4%, sementara Morgan Stanley melemah lebih dari 2%.
Di sisi lain, Bursa Asia sebagian besar naik pada perdagangan Selasa (10/2). Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 2,28%. Disusul, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,58%, Taiex Taiwan melesat 2,06% dan Kospi Korea Selatan naik 0,07%. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia melemah 0,03%. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,07% dan FTSE Malay KLCI berkurang 0,21%. Bursa saham Nikkei Jepang kembali rally dan naik lebih dari 2% pada perdagangan hari ini, dengan investor masih mencermati kemenangan telak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pemilihan umum hari Minggu (8/2). Saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks Nikkei adalah ORIX, yang melonjak 6,3%, diikuti oleh Kyowa Kirin naik 6,2% dan saham IHI naik 6,1%. Kemenangan telak Takaichi memberinya mandat yang kuat untuk mendorong pengeluaran besar dan pengurangan pajak. Pada hari Senin, perdana menteri memperbarui janjinya untuk menangguhkan pajak penjualan 8% atas makanan selama dua tahun.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (11/2), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutan, “IHSG berpotensi untuk melanjutkan kenaikan jika berhasil break resistance di 8150. Diperkirakan Support IHSG: 8020-8050 dan Resist IHSG: 8150-8250.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BKSL, INET, ADMR, BBCA, CDIA, dan BRPT.
Berikut ini rekomendasi tranding sahamnya;
BKSL Spec Buy dengan area beli di 134-136, cutloss di bawah 131. Target dekat di 140-146.
INET Buy if Break 354, dengan target dekat di 362-370. Cut di bawah 342.
ADMR Spec Buy dengan area beli di 1880-1890, cutloss di bawah 1850. Target dekat di 1920-1960.
BBCA Spec Buy dengan area beli di 7400-7450, cutloss di bawah 7375. Target dekat di 7550-7650.
CDIA Spec Buy dengan area beli di 1090-1110, cutloss di bawah 1080. Target dekat di 1150-1180.
BRPT Buy if Break 2050, dengan target dekat di 2100-2160. Cutloss di bawah 2000.
Disclaimer on

