Program Gentengisasi, Menteri PKP Pastikan Harga Rumah Subsidi Tetap Terjangkau
Pasardana.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan program Gentengisasi yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencekik kantong rakyat.
Menteri yang kerap disapa Ara ini menegaskan, pemerintah justru tengah menyiapkan skema khusus agar harga rumah subsidi tetap ramah di dompet masyarakat berpenghasilan rendah.
Kata dia, saat ini fokus utama kementeriannya adalah menekan berbagai komponen biaya yang selama ini membebani harga hunian.
Salah satu instrumen yang disiapkan adalah pemberian keringanan pajak.
"Kenapa (Gentengisasi bikin rumah subsidi mahal)? Kita justru bagaimana BPHTB, PBB dikurangin. Kita justru bagaimana saya yang menolak bunganya naik. Bisa dicek saja," ujar Maruarar saat ditemui di Jakarta, Senin (9/2).
Ia tidak menampik adanya potensi tambahan biaya dalam proses pembangunan fisik akibat program Gentengisasi ini.
Namun, Ara memastikan, pemerintah akan habis-habisan memperjuangkan agar beban anggaran tersebut tidak membengkak.
"Ya semua ini kan mesti diperjuangkan. Kalau semuanya sudah langsung beres, tapi kan kita, itulah perjuangan pemerintah. Kita harus memulai dong," tegasnya.
Tak hanya fokus pada hunian, Ara menyebut bahwa program Gentengisasi ini juga akan memberikan efek domino bagi ekonomi kerakyatan.
Program Gentengisasi diarahkan untuk menyerap produk-produk UMKM sektor bahan bangunan, sekaligus meningkatkan standar kualitas produksi lokal.
"Kalau semua sudah jadi, bagaimana UMKM juga kita bantu, bagaimana produksinya bisa apa kualitasnya bagus," imbuhnya.
Dan, terkait teknis pelaksanaan, Ara mengaku tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan final.
Ia mengaku sudah meminta izin kepada Presiden Prabowo untuk melakukan kajian mendalam agar kebijakan yang dihasilkan tepat sasaran.
"Saya sampaikan ke Presiden Prabowo waktu ulang tahun Gerindra kemarin, 'Pak, izin saya akan mempelajari.' 'Iya, kamu pelajari,' begitu," ungkapnya.

