Bulog Minta Bangun Tempat Buat Pasok Beras Kebutuhan Jamaah Haji di Mekkah

Foto : istimewa

Pasardana.id – Perum Bulog mengajukan permohonan kepada Pemerintah Indonesia untuk menyediakan tempat di kompleks Kampung Haji di Mekkah, Arab Saudi.

Adapun tujuan utama dari permintaan ini adalah untuk membangun gudang penyimpanan beras guna mendukung kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia secara berkelanjutan. 

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia tengah membangun Kawasan Kampung Haji untuk memfasilitasi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Direktur Utama PT Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa permintaan tersebut menyusul rencana ekspor beras premium bagi jemaah haji asal Indonesia.

Kata Rizal, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umroh terkait kebutuhan ruang penyimpanan ini.

“Kami sudah koordinasi dengan Pak Menteri Haji, kami mohon diberikan space ruang, space ruang di Kampung Haji. Kalau nanti diizinkan kami minta ruang untuk bisa bangun gudang Bulog di sana,” kata Rizal di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (9/2).

Dan jika permintaan tersebut dikabulkan, rencananya Bulog akan membangun gudang dengan kapasitas 1.000 ton untuk memasok kebutuhan konsumsi jamaah haji.

Bulog juga berharap, gudang itu bisa menjadi tempat penyimpanan komoditas lain seperti minyak, ikan, dan daging.

“Berarti kalau ada ikan dan daging harus ada cold storage,” ujar Rizal.

Bulog, saat ini masih melakukan survei untuk menentukan titik-titik lain yang akan digunakan untuk pembangunan gudang.

Bulog juga akan meninjau lokasi dapur-dapur yang digunakan untuk memasak kebutuhan konsumsi jemaah haji.

“Kalau enggak salah sekitar ada 30 sampai 40 dapur itu ya yang akan melayani jemaah Indonesia, yang mana satu dapur itu melayani lebih kurang 2.500 sampai 3.000 orang,” jelas Rizal.

Pada musim haji tahun 1447 Hijriah ini, Bulog mendapatkan permintaan memasok 2.280 ton beras premium standar internasional.

Beras yang akan dikirim memiliki tingkat pecahan di bawah 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen.

Kualitas beras yang dikirim itu jauh di atas standar beras premium pasar domestik yang memiliki tingkat pecahan 15 persen.

“Ini beras-beras yang pulen. Sesuai perintah dari Pak Mentan (Menteri Pertanian) kemarin untuk disiapkan beras yang betul-betul fresh, yang mana gabah yang baru dipanen dari sawah,” ujar Rizal.