KKP Siapkan 2.000 Taruna Bersertifikasi Untuk Pasar Kerja Internasional
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, bahwa taruna dan mahasiswa dari politeknik kelautan dan perikanan disiapkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sendiri setiap tahunnya meluluskan sedikitnya 2.000 taruna dan mahasiswa dari politeknik kelautan dan perikanan.
Dalam konferensi pers penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) Indonesia-Portugal di Gedung Mina Bahari IV, Jakarta, Selasa (20/10), Trenggono menyebut lulusan KKP memiliki beragam keahlian.
Mereka menjalani pendidikan selama dua hingga empat tahun untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.
Termasuk untuk peluang kerja sebagai awak kapal di Portugal.
"Seluruh tenaga kerja terampil yang kita didik ada yang dua tahun, tiga tahun, hingga empat tahun dengan berbagai macam keahlian. Kita latih dan didik mereka menjadi sumber daya manusia yang siap pakai," kata Trenggono.
Menurutnya, pasar kerja bagi lulusan KKP tidak terbatas di dalam negeri.
Tenaga kerja di Indonesia di sektor kelautan dan perikanan juga telah tersebar di berbagai negara, seperti Portugal, Spanyol, China, Korea Selatan, hingga Jepang.
KKP akan menindaklanjuti kerja sama dengan Portugal melalui komunikasi langsung demi memperluas akses ke pasar kerja internasional.
"Kami akan mengirim pejabat atau ahli dari Institut Kelautan Indonesia ke negara-negara tujuan untuk berkomunikasi dan menyampaikan potensi yang kita miliki, sehingga kebutuhan tenaga kerja di sana bisa dipenuhi dari Indonesia," jelas Trenggono.
Ditambahkan, mulai tahun ini, KKP telah menyatukan pendidikan politeknik kelautan dan perikanan ke dalam Institut Kelautan Indonesia atau Ocean Institute of Indonesia.
Konsolidasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan dan penyiapan tenaga kerja sektor bahari.
Ia berharap, kesepakatan ini memperjelas pengakuan atas kompetensi tenaga kerja Indonesia di luar negeri sekaligus menyumbang devisa melalui remitansi.
"Ini merupakan langkah awal untuk membuka potensi pasar kerja internasional seluas-luasnya bagi lulusan kita yang berkompeten," tandasnya.





