Pola Transaksi Saham TRIN, NAYZ, FLMC, dan PCAR Masuk UMA
Oleh: Dadag

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga Saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (IDX: NAYZ), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (IDX: FLMC), dan PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (IDX: PCAR) terkait pola transaksi efek yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal," kata Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10/2026).
Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham TRIN, NAYZ, FLMC, dan PCAR, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Senin (12/10/2026) saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (IDX: TRIN) terpantau melemah -14,70% atau turun -30 point ke harga Rp174 per saham.
Sedangkan, saham PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (IDX: NAYZ) pada jeda siang ini tercatat melemah -5,21% atau turun -6 point di harga Rp109 per saham.
Sementara, saham PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (IDX: FLMC) pada jeda siang ini, terpantau melemah -2,39% atau terpangkas -4 point ke harga Rp163 per saham.
Di sisi lain, saham PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (IDX: PCAR) pada sesi I, Senin (12/10/2026) siang ini, tercatat menguat 2,22% atau naik 2 point ke harga Rp92 per saham.




