Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Alami Tekanan
Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (7/1/2026) dengan indeks Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, mengalami pelemahan.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones turun 466 poin, atau sekitar 0,94 persen, menjadi 48.996,08. Indeks S&P 500 melemah 23,89 poin, atau sekitar 0,34 persen, menjadi 6.920,93. Indeks komposit Nasdaq naik 37,1 poin, atau sekitar 0,16 persen, menjadi 23.584,28.
Indeks S&P 500 melemah setelah saham JPMorgan, Blackstone, dan perusahaan keuangan lainnya merosot. Saham JP Morgan merosot 2,28 persen, sedangkan saham Blackstone terjun 5 persen. Indeks sektor keuangan S&P 500 merosot 1,4 persen.
Indeks komposit Nasdaq meningkat berkat menguatnya saham sektor teknologi. Saham Nvidia dan Microsoft masing-masing melonjak 1 persen dan 1,04 persen, sedangkan saham Alphabet yang merupakan perusahaan induk Google melambung 2,51 persen.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Februari 2026 turun 0,7 persen menjadi US$4.462,5 per ons. Indeks dolar AS naik 0,14 persen.
Bursa saham Eropa berada dalam tekanan pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa berakhir datar, seiring kehati-hatian para investor dalam menyikapi ketegangan hubungan AS-Venezuela.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 74,52 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 10.048,21. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, naik 230,06 poin, atau sekitar 0,92 persen, menjadi 25.122,26.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 50,7 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 17.596,4. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 3,51 poin menjadi 8.233,92.
Nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS berada di kisaran 1,35 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1547 euro per pound.

