ANALIS MARKET (08/1/2026): IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Kenaikan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (07/1) ditutup naik 0.13%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp230 Miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ANTM, BBRI, INCO, ASII dan TINS.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (7/1). Indeks S&P 500 turun 0,34%, Dow Jones Industrial Average melemah 0,94%. Sedangkan, Nasdaq Composite naik tipis 0,16%. Sektor keuangan dan energi, yang menguat pada awal tahun ini, menjadi pemberat utama pasar dengan penurunan lebih dari 1%. Sejumlah saham perbankan besar seperti JPMorgan, Bank of America, dan Wells Fargo ditutup di zona merah. Di sektor energi, saham Exxon Mobil, Chevron, dan ConocoPhillips juga menjadi laggard. Pelemahan tersebut disebabkan oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke AS. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global. Sentimen pasar juga tertekan oleh sejumlah pernyataan Trump yang menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan buyback sebelum menyelesaikan keluhannya terhadap industri tersebut. Selain itu, Trump juga menyatakan AS akan melarang investor institusional besar membeli single-family homes. Kebijakan ini membebani saham-saham private equity, termasuk Blackstone dan Apollo Global Management. Di sisi lain, saham Valero Energy melonjak sekitar 3%, sementara Marathon Petroleum naik lebih dari 1%.

Di sisi lain, Bursa Asia ditutup beragam pada perdagangan Rabu (7/1), dengan mayoritas indeks melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,06% dan Topix melemah 0,77%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,94%, Taiex taiwan turun 0,46% dan CSI 300 China melemah 0,29%. Sedangkan, Kospi Korea Selatan naik 0,57% dan ASX 200 Australia menguat 0,15%. Di sisi lain, Straits Times naik 0,16% dan FTSE Malaysia menguat 0,27%. Pergerakkan bursa Asia tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Jepang dengan China. Meningkatnya ketegangan antara dua ekonomi terbesar di Asia tersebut menjadi fokus investor. Bahkan ketika optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI) dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed mendorong laju Wall Street ke level tertinggi baru. Sebagian besar investor mengabaikan risiko geopolitik, termasuk yang terkait dengan Venezuela.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (08/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8900. Diperkirakan Support IHSG: 8900-8930 dan Resist IHSG: 8970-9000.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BMRI, RAJA, CBDK, KPIG, PGAS, dan OASA.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

BMRI Spec Buy dengan area beli di 4800-4810, cutloss di bawah 4760. Target dekat di 4850-4870.

RAJA Spec Buy dengan area beli di 7300-7375, cutloss di bawah 7275. Target dekat di 7425-7525.

CBDK Spec Buy dengan area beli di 7500-7575, cutloss di bawah 7450. Target dekat di 7675-7775.

KPIG Spec Buy dengan area beli di 206-210, cutloss di bawah 200. Target dekat di 216-224.

PGAS Buy on Weakness dengan area beli di 1930-1935, cutloss di bawah 1915. Target dekat di 1965-2000.

OASA Buy if Break 418, dengan target dekat di 450-456. Cutloss di bawah 400.    

Disclaimer on