ANALIS MARKET (07/1/2026): IHSG Masih Potensi Melanjutkan Kenaikan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (06/1) ditutup naik 0.84%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp911 Miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah RAJA, BBCA, BBRI, PTRO, dan ANTM.
Sementara itu, Indeks-indeks saham AS mayoritas mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) baru pada penutupan perdagangan Selasa (6/1). Hal tersebut terjadi karena investor mengabaikan ketegangan geopolitik terbaru menyusul serangan AS ke Venezuela. Indeks S&P 500 naik 0,62%, Dow Jones juga menguat 0,99%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,65%. Saham-saham teknologi kembali meningkat, saham Amazon melonjak lebih dari 3%. Saham terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) lainnya juga mencatatkan penguatan solid, seperti Micron Technology yang melesat 10% dan Palantir Technologies yang naik lebih dari 3%. Sebelumnya, pasar sempat mencermati perkembangan geopolitik setelah AS menangkap pemimpin Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu. Namun, dampaknya terhadap pasar dinilai terbatas. Mayfield menilai peran Venezuela dalam perekonomian global, khususnya di pasar minyak, relatif kecil.
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia menguat pada perdagangan Selasa (6/1), karena investor mengabaikan kekhawatiran geopolitik. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,32%, Hang Seng Hong Kong menguat 1,38%, Taiex Taiwan bertambah 1,57%, dan Kospi Korea Selatan naik 1,52%. Sedangkan, ASX 200 Australia turun 0,53%. Sementara itu, Straits Times naik 1,27% dan FTSE Malaysia melemah 0,47%. Di sisi lain, pembiayaan AI dan kebangkitan merger dan akuisisi akan menjadi pusat perhatian di pasar kredit. Data ekonomi utama AS diperkirakan akan membentuk arah pekan ini. Selain laporan ketenagakerjaan Desember, Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis data lowongan kerja, pengunduran diri, dan pemutusan hubungan kerja periode bulan November pada Rabu waktu AS. Selain itu, menjelang akhir pekan, pemerintah AS akan melaporkan data pembangunan rumah baru, sementara University of Michigan merilis indeks awal sentimen konsumen bulan Januari.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (07/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG masih potensi melanjutkan kenaikan hari ini ditopang oleh kenaikan bursa US dan kenaikan komoditas nikel yang cukup signifikan. Tapi hati-hati, karena sudah naik 5 hari berturut-turut, akan rentan koreksi. Diperkirakan Support IHSG: 8860-8900 dan Resist IHSG: 8950-9000.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INCO, DEWA, BUVA, IATA, BULL, dan SMDR.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
INCO Spec Buy dengan area beli di 5550-5600, cutloss di bawah 5550. Target dekat di 5700-5800.
DEWA Spec Buy dengan area beli di 800-815, cutloss di bawah 800. Target dekat di 830-855.
BUVA Spec Buy dengan area beli di 1570-1585, cutloss di bawah 1550. Target dekat di 1620-1640.
IATA Spec Buy dengan area beli di 168-172, cutloss di bawah 167. Target dekat di 179-186.
BULL Spec Buy dengan area beli di 505-510, cutloss di bawah 496. Target dekat di 520-540.
SMDR Spec Buy dengan area beli di 424-430, cutloss di bawah 420. Target dekat di 444-458.
Disclaimer on

