ADHI Umumkan Transaksi Pengalihan Saham Perseroan Milik Danantara Asset Management kepada BP BUMN
Pasardana.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI) (Perseroan) menyampaikan transaksi pengalihan saham milik PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dalam rangka pelaksanaan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, pada tanggal 5 Januari 2026.
Melansir keterbukaan informasi BEI, Rabu (07/1) disebutkan, Pelaksanaan transaksi pengalihan kepemilikan saham telah dilakukan dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham Milik Negara Republik Indonesia Berupa Saham Seri B Pada BUMN Kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara Nomor PERJ1/BPU/01/2026 dan Nomor LGL1.001/PERJ/DI-DAM.DO/2026 tanggal 5 Januari 2026 antara Kepala BP BUMN dan DAM, dimana DAM telah menyerahkan saham ADHI kepada BP BUMN.
Dengan demikian, BP BUMN memiliki saham sebesar 1% (satu persen) dari jumlah kepemilikan Negara melalui BP BUMN dan DAM dalam ADHI.
“Tujuan transaksi pengalihan kepemilikan saham ADHI milik DAM kepada BP BUMN dilaksanakan dalam rangka pemenuhan ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 yang mengatur kepemilikan saham Negara melalui Kepala BP BUMN sebesar 1 % (satu persen) pada ADHI,” tulis Rozi Sparta selaku Corporate Secretary ADHI.
Selanjutnya dirincikan, jumlah saham yang dialihkan sejumlah 54.087.737 (lima puluh empat juta delapan puluh tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh tujuh) yang terdiri dari Saham Seri B atau sebesar 0,64% (nol koma enam empat persen) dari seluruh saham yang diterbitkan dan disetor penuh ADHI.
Adapun Saham Seri B yang dialihkan dengan nilai Nominal Rp100,- (seratus rupiah) per lembar saham.
Sedangkan harga saham ditentukan berdasarkan nilai buku sebesar Rp5.408.773.700,00 (lima miliar empat ratus delapan juta tujuh ratus tujuh puluh tiga ribu tujuh ratus rupiah), yang mana menggunakan nilai sementara dan akan ditetapkan kemudian secara definitif berdasarkan Keputusan Kepala BP BUMN.
Pasca transaksi, kepemilikan saham menjadi:
-1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna milik BP BUMN
-54.087.737 (lima puluh empat juta delapan puluh tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh tujuh) lembar saham Seri B milik BP BUMN
-5.354.686.054 (lima miliar tiga ratus lima puluh empat juta enam ratus delapan puluh enam ribu lima puluh empat) lembar saham seri B milik DAM
Persentase Hak Suara:
-BP BUMN: 0,64% (nol koma enam empat persen);
-DAM: 63,69% (enam puluh tiga koma enam puluh sembilan persen)
Dibandingkan sebelumnya:
-1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna milik BP BUMN
-5.408.773.791 (lima miliar empat ratus delapan juta tujuh ratus tujuh puluh tiga ribu tujuh ratus sembilan puluh satu) lembar saham seri B milik DAM
Persentase Hak Suara:
-BP BUMN: 0,0000% (nol koma nol nol nol nol persen)
-DAM: 64,33% (enam puluh empat koma tiga puluh tiga persen)
Selanjutnya disebutkan, Kepemilikan langsung oleh Negara Republik Indonesia melalui Kepala BP BUMN sebanyak 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa dan 54.087.737 (lima puluh empat juta delapan puluh tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh tujuh) lembar saham Seri B milik BP BUMN dan kepemilikan tidak langsung Negara Republik Indonesia melalui DAM sebanyak 5.354.686.054 (lima miliar tiga ratus lima puluh empat juta enam ratus delapan puluh enam ribu lima puluh empat) lembar Saham Seri B yang terkonsolidasi pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
“Negara Republik Indonesia melalui kepemilikan langsung saham Seri A Dwiwarna ADHI dan tetap merupakan Pemilik Manfaat Akhir (ultimate beneficial owner) dari ADHI melalui kepemilikan secara tidak langsung melalui DAM,” tandas Rozi.

