Wall Street “Mixed”, Bursa Eropa Melemah
Pasardana.id - Wall Street berakhir mixed pada Rabu (28/1/2026) setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga, sesuai ekspektasi, sebagai hasil pertemuan dua hari.
Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, berakhir datar dengan pergerakan naik hanya 12,19 poin menjadi 49.015,6. Indeks S&P 500 berakhir datar dengan pergerakan turun hanya 0,57 poin menjadi 6.978,03. Indeks komposit Nasdaq naik 40,35 poin, atau sekitar 0,17 persen, menjadi 23.857,45.
The Fed mempertahankan suku bunga seiring terjaganya inflasi dan solidnya pertumbuhan ekonomi. Pasar tenaga kerja AS menunjukkan tanda-tanda stabilasi.
Para investor kini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga pada Juni mendatang.
Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, sektor properti, kebutuhan primer konsumen, dan kesehatan mengalami pelemahan tertinggi. Indeks sektor energi dan teknologi masing-masing naik 0,7 persen dan 0,6 persen.
Saham Nvidia melonjak 1,6 persen, sedangkan saham Micron dan Intel masing-masing melambung 6 persen dan 11 persen.
Saham Meta dan Tesla masing-masing meningkat 4 persen dan 3 persen. Saham Microsoft sebaliknya anjlok 3 persen.
Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange meneruskan reli pada Rabu, dengan harga emas untuk pengiriman Februari 2026 naik 4,3 persen menjadi US$5.303,6 per ons.
Peningkatan harga emas berjangka terbatasi menguatnya nilai tukar dolar AS, dengan indeks dolar AS naik 0,12 persen.
Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,7 persen, seiring anjloknya saham barang mewah.
Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 53,37 poin, atau sekitar 0,52 persen, menjadi 10.154,43. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 71,65 poin, atau sekitar 0,29 persen, menjadi 24.822,79.
Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 196,5 poin, atau sekitar 1,1 persen, menjadi 17.607,6. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, melorot 86,14 poin, atau sekitar 1,06 persen, menjadi 8.066,68.
Nilai tukar poundsterling melemah 0,44 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3784 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1505 euro per pound.

