Konsolidasi Hotel BUMN Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Pasardana.id - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengungkapkan, bahwa proses pembenahan bisnis di sektor pariwisata nasional sudah dimulai sejak tahun lalu, lewat sejumlah konsolidasi sejumlah hotel.
Targetnya, konsolidasi seluruh hotel milik BUMN tersebut akan rampung di tahun ini.
BUMN saat ini tercatat memiliki lebih dari 100 hotel yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kepemilikan itu merupakan dampak dari kebijakan masa lalu, ketika hampir setiap BUMN memiliki aset hotel masing-masing.
Pada tahap awal, sejumlah hotel BUMN telah dikoordinasikan oleh Hotel Indonesia Natour (HIN) sebagai holding operator pariwisata yang berada di bawah PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney).
"Jumlah hotel BUMN itu mungkin lebih dari 100. Tahun lalu kami sudah melakukan proses konsolidasi operator, dan semuanya kita satukan di bawah Hotel Indonesia Natour," ujar Dony dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (28/1).
Sementara itu, di tahun ini proses konsolidasi akan berlanjut ke tahap yang lebih krusial lagi.
Yakni, penyatuan seluruh aset perhotelan BUMN.
Danantara Indonesia menargetkan konsolidasi aset tersebut dapat diselesaikan dalam tahun berjalan 2026.
Dan setelah konsolidasi aset rampung, maka Danantara Indonesia akan melanjutkan ke tahap berikut, yaitu mencari mitra strategis.
Adapun untuk skema kerja sama yang dipertimbangkan, salah satunya yakni pembentukan joint venture untuk mengembangkan hotel-hotel tersebut.
Menurut Dony, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar bisnis yang bisa dijalankan sektor swasta tidak sepenuhnya dikuasai oleh BUMN.
Ia bilang, pemerintah ingin membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi swasta guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Tidak semua harus dikuasai oleh BUMN. Faktanya memang aset ini sudah ada sebelumnya, dan sekarang tugas kita adalah memperbaikinya," tukas Dony.

