ANALIS MARKET (29/1/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (28/1) ditutup turun 7.35%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp6.12 Triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, TLKM dan ANTM.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas menguat pada Perdagangan Rabu (28/1), S&P 500 sempat menembus level 7.000 untuk pertama kalinya. Pergerakan terjadi setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Indeks S&P 500 turun tipis 0,01%. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02% dan Nasdaq Composite menguat 0,17% The Fed menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%. “Saya pikir, dan banyak kolega saya juga menilai, sulit mengatakan kebijakan saat ini terlalu ketat jika melihat data ekonomi yang masuk,” ujar Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers. Di sisi emiten, saham Seagate Technology melonjak 19% usai mencatatkan laba dan pendapatan Q2 yang melampaui ekspektasi analis, didorong permintaan kuat penyimpanan data untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Selain itu, raksasa peralatan semikonduktor ASML melaporkan pesanan tertinggi sepanjang sejarah dan memberikan proyeksi positif untuk 2026 seiring pesatnya perkembangan AI. Namun, saham ASML berbalik melemah dan ditutup turun 2%. Di sisi lain, saham Starbucks ditutup turun 0,6%. Perusahaan kopi global tersebut melaporkan laba disesuaikan kuartal I yang meleset dari ekspektasi, meski pendapatannya tercatat melampaui perkiraan analis.

Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik sebagian besar naik pada Rabu (28/1), seiring penguatan pada Wall Street AS. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,05% dan Topix melemah 0,79%. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 1,69% dan Kosdaq melesat 4,70%. Seiring pengumuman dari Presiden AS Donald Trump, ia mengatakan akan menaikkan tarif impor terhadap negara tersebut menjadi 25%. Hal tersebut menyusul tertundanya finalisasi kesepakatan dagang dari Seoul dan Washington. Namun, sentimen kemudian membaik setelah kantor kepresidenan menyatakan tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait rencana kenaikan tarif tersebut. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,09%, seiring CPI Australia naik sebesar 3,6% YoY pada bulan Des-25, setelah kenaikan 3,5% (direvisi dari sebelumnya 3,4%). Sementara itu, CPI MoM naik 1,0% pada Des-25, naik dari 0% sebelumnya dan di atas perkiraan 0,7%. Di sisi lain, Hang Seng Index bertambah 2,58%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (29/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi masih melanjutkan pelemahan hari ini, efek dari pengumuman MSCI kemarin dengan target koreksi di sekitar 8050-8100. Kalau kuat di area tersebut, IHSG potensi rebound kembali. Diperkirakan Support IHSG: 8050-8100 dan Resist IHSG: 8350-8400.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: HRTA, ANTM, EMAS, PSAB, ARCI dan DOOH.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

HRTA Spec Buy dengan area beli di 2200-2320, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2450-2520.

ANTM Spec Buy dengan area beli di 4300-4420, cutloss di bawah 4220. Target dekat di 4550-4650.

EMAS Spec Buy dengan area beli di 6850-7000, cutloss di bawah 6800. Target dekat di 7125-7325.

PSAB Spec Buy dengan area beli di 580-600, cutloss di bawah 575. Target dekat di 620-645.ARCI Spec Buy dengan area beli di 1900-1940, cutloss di bawah 1860. Target dekat di 1980-2050.

DOOH Spec Buy dengan area beli di 198-206, cutloss di bawah 198. Target dekat di 218-230.     

Disclaimer on