Pola Transaksi Saham Enam Saham Ini Masuk UMA

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pergerakan harga Saham PT Indika Energy Tbk (IDX: INDY), PT Langgeng Makmur Industri Tbk (IDX: LMPI), PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (IDX: PACK), PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (IDX: TFCO), PT Sumber Global Energy Tbk (IDX: SGER), dan PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (IDX: BSML), terkait pola transaksi efek yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

"Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal," kata Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham INDY, LMPI, PACK, TFCO, SGER, dan BSML, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sekadar informasi, pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, Selasa (27/1/2026) saham PT Indika Energy Tbk (INDY) terpantau melemah -8,51% atau turun -320 point ke harga Rp3.440 per saham.

Sementara saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) pada jeda siang ini, terpantau menguat 23,80% atau naik 60 point ke harga Rp312 per saham.

Selanjutnya saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) pada sesi I siang ini tercatat ditutup melemah -9,67% atau turun -60 point ke harga Rp560 per saham.

Di sisi lain, saham PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) pada jeda siang ini, Selasa (27/1/2026) terpantau ditutup menguat 9,90% atau naik 105 point ke harga Rp1.165 per saham.

Kemudian, saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) pada jeda siang ini terpantau menguat 2,36% atau naik 15 point ke harga Rp650 per saham.

Adapun, saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) pada sesi I, Selasa (27/1/2026) siang ini, terpantau melemah -3,40% atau turun -10 point ke harga Rp284 per saham.