ANALIS MARKET (27/1/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Penguatan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (26/1) ditutup naik 0.27%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.01 Triliun.

Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BUMI, BBNI, dan MDKA.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (26/1), didorong kenaikan saham-saham teknologi besar seperti Meta Platforms dan Apple. Penguatan terjadi di tengah investor mencermati dinamika politik AS serta bersiap menghadapi pekan krusial rilis laporan keuangan emiten dan keputusan suku bunga The Fed. Indeks S&P 500 naik 0,50%, Dow Jones menguat 0,64% dan Nasdaq Composite bertambah 0,43%. Saham Apple melonjak sekitar 3%, Meta Platforms naik hampir 2%, dan Microsoft menguat sekitar 1%, menjelang rilis laporan keuangan masing-masing perusahaan dalam beberapa hari ke depan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketidakpastian setelah mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 100% terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China. Namun, PM Kanada Mark Carney menegaskan Ottawa tidak berniat mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing. Dari sisi kebijakan moneter, The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga The Fed pertama tahun ini pada Rabu (28/1), diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan.

Di sisi lain, Bursa saham Asia Pasifik bergerak mixed pada perdagangan saham Senin (26/1). Pergerakan tersebut seiring investor menilai kekhawatiran geopolitik yang sedang berlangsung. Pada Minggu (25/1) di AS, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menuturkan, negara itu tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak berniat untuk melakukannya. Hal ini setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% jika Kanada mencapai kesepakatan perdagangan dengan China. "Kanada menghormati keterlibatan dan komitmen kami. Kami memiliki komitmen berdasarkan CUSMA (Perjanjian Kanada-Amerika Serikat-Meksiko) untuk tidak mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan ekonomi non-pasar tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami tidak berniat untuk melakukan itu dengan China atau dengan ekonomi non-pasar lainnya,” kata Carney. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,79% dan Topix turun 2,13%. Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,81%, sedangkan Kosdaq melesat 7,09%. Di sisi lain, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,01%. Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia libur.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Selasa (27/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hari ini, jika kuat bertahan di support 8880. Diperkirakan Support IHSG: 8880-8900 dan Resist IHSG: 9000-9050.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, EMTK, BREN, CDIA, BRMS, dan PTRO.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

BUMI Sell on High dengan target dekat di 342-352. Hati-hati jika tidak break di atas 358, potensi koreksi lagi ke 322.

EMTK Spec Buy dengan area beli di 1000-1010, cutloss di bawah 990. Target dekat di 1080-1150.

BREN Buy if Break 9425, dengan target dekat di 9575-9700. Cutloss di bawah 9225.

CDIA Spec Buy dengan area beli di 1360, cutloss di bawah 1330. Target dekat di 1415-1460.

BRMS Spec Buy dengan area beli di 1255-1280, cutloss di bawah 1250. Target dekat di 1300-1320.

PTRO Spec Buy dengan area beli di 8325, cutloss di bawah 8275. Target dekat di 8675-9000.     

Disclaimer on