Kementerian Ekraf Dukung Film Pelangi di Mars Lakukan Aktivasi Bersama InJourney Airports

foto : istimewa

Pasardana.id - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung pengembangan dan promosi film animasi Pelangi di Mars melalui penjajakan kolaborasi aktivasi dengan berbagai pihak, termasuk InJourney Airports. 

Dukungan tersebut berdasarkan audiensi Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar bersama perwakilan InJourney dan tim dibalik layar film animasi 'Pelangi di Mars' di Gedung Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Kamis (22/1/2026). 

“Pertemuan ini tentu mau menjalin koneksi berkelanjutan sehingga aktivasi-aktivasi yang dilakukan bisa menjangkau publik lebih luas,” ungkap Wamen Ekraf Irene, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (22/1/2026).

Kementerian Ekraf senantiasa mendukung film-film animasi karya anak bangsa yang menghadirkan pendekatan kreatif, termasuk perpaduan live-action dan teknologi extended reality (XR) dalam film Pelangi di Mars.

Wamen Ekraf Irene Umar meyakini pengembangan intellectual property (IP) Pelangi di Mars memiliki peluang besar untuk dapat dilakukan secara berkelanjutan, termasuk penempatan konten promosi di bandara dan pengembangan merchandise yang bisa diterima lintas generasi.

“Salah satu bentuk promosi yang juga bisa digencarkan yaitu mendorong merchandise-merchandise dari IP Pelangi di Mars yang bisa dikembangkan sehingga punya nilai tambah dalam menguatkan identitas dari tiap karakter yang ditampilkan dalam film animasinya,” tambah Wamen Irene.

Film Pelangi di Mars merupakan produksi Mahakarya Pictures, rumah produksi yang bergerak di bidang audio visual mencakup produksi film, video musik, iklan televisi, video tutorial hingga company profile.

Audiensi tersebut terlaksana setelah sebelumnya ada kunjungan yang dilakukan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya pada 13 Januari 2026 dan Wamen Ekraf di 5 Desember 2025 ke salah satu unit bisnis dari Mahakarya Group, DossGuava XR Studio yang menjadi lokasi syuting film animasi Pelangi di Mars.

“Mahakarya menggunakan teknologi virtual production dan unreal engine dengan dukungan 100 persen tim dibalik layar dari Indonesia. Harapannya, IP Pelangi di Mars yang memulai proses riset sejak 2020 bisa jadi IP yang tumbuh dan besar bersama anak-anak Indonesia ke depan,” imbuh Dendi Reynando, produser film animasi Pelangi di Mars.

InJourney Airports sebagai pengelola bandara kerap melakukan aktivasi sehingga bandara tak sekadar ruang transit, khususnya pada momen hari besar.

Sebelumnya, InJourney Airports juga pernah berkolaborasi bersama IP animasi Jumbo yang dapat diterima positif oleh wisatawan domestik dan internasional pada momen lebaran tahun lalu.

“Pertama lihat teaser trailer Pelangi di Mars luar biasa dan kami sangat senang kalau IP ini bisa hadir di bandara untuk memberikan satu experience yang beda ke penumpang pesawat sehingga mereka bisa mengetahui lebih banyak tentang film animasi ini. Harapan ke depan akan lebih banyak kolaborasi dengan tim dari Pelangi di Mars untuk menjangkau publik lebih luas. Apalagi Kementerian Ekraf sudah menjadi bagian dari transformasi InJourney Airport yang melibatkan ragam industri kreatif,” harap Veri Setiady, Commercial Director of InJourney Airports.

Dalam pertemuan tersebut, turut mendampingi Wamen Ekraf Irene Umar yaitu Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan. Hadir juga Marketing & Promotion InJourney, Mego Setyo Putro; Gugus Tugas InJourney Airports, Indra D. Djoewarsa; dan Marketing Mahakarya Pictures, Ainu Rofiq.