Kementerian Ekraf Apresiasi Pipilaka Calling Dukung IP Lokal Berbasis Edukasi Sosial
Pasardana.id – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya bersama Wakil Menteri Ekraf/Wakil Kepala Badan Ekraf, Irene Umar mengunjungi pameran Pipilaka Calling yang menampilkan Intellectual Property (IP) lokal.
Pipilaka Calling membawa pesan-pesan sosial dan lingkungan dengan memanfaatkan teknologi yang sangat direkomendasikan bagi semua kalangan terutama anak-anak.
“Saya sangat kagum mengunjungi Pipilaka Calling sebagai art exhibition IP Pipilaka yang digabungkan dengan teknologi dan pesan-pesan moral untuk lintas generasi. Saya sangat merekomendasi juga untuk anak-anak Indonesia bisa melihat imersif yang dikombinasikan dengan entertainment, interaktif audio visual, nyanyi bareng, dan cerita-cerita tentang kepedulian lingkungan yang begitu menyenangkan,” ungkap Menteri Ekraf Teuku Riefky, seperti dilansir dari siaran pers, Rabu (21/1/2026).
Pipilaka Calling menampilkan 5 ruang pamer interaktif dan edukatif dengan penawaran unik yang berbeda dari pameran pada umumnya.
Setiap pengunjung diajak masuk ke dunia Pipilaka yang menghadirkan IP karakter dengan peran sebagai storyteller (pencerita) untuk mengajak audiens merefleksikan berbagai isu sosial dan lingkungan yang relevan terhadap publik.
“Di Sarinah, ada ruang imersif yang mana teman-teman bisa ikut nari, nyanyi, dan foto bersama dengan IP karakter Pipilaka. Tentu lima wahana di Pipilaka Calling bisa membuat semua having fun. Para pengunjung tinggal naik transportasi publik seperti MRT atau bus TransJakarta untuk mengeksplorasi dunia dari Pipilaka,” imbuh Wamen Ekraf Irene.
Pipilaka Calling sudah berlangsung sejak 15 Desember 2025 dan masih terbuka untuk umum sampai 8 Maret 2026 dari pukul 10.00 – 22.00 WIB.
Dengan konsep pendekatan kreatif dan menyenangkan, para pengunjung diajak lebih peduli terhadap lingkungan, menyaksikan immersive concert Pipilaka, mewarnai tokoh-tokoh Pipilaka, hingga mendengar cerita dan berinteraksi langsung di Hutan Pipilaka.
Selain itu, pengunjung juga bisa membeli berbagai koleksi merchandise IP Pipilaka seperti jaket, kaos, tote bag, topi, bantal, keychain, dan produk-produk kreatif lain.
“Pipilaka artinya semut yang mengandung filosofi gotong royong. IP ini tak hanya menghibur, tetapi juga ada pesan positif yang bisa dibawa pengunjung seperti merawat lingkungan. Kami memilih Sarinah sebagai ruang imersif yang memang tempat ini menjadi historical building, dekat dengan transportasi publik, dan family friendly,” jelas Wahyadi Liem, founder Pipilaka Foundation.
Pipilaka Calling menegaskan filosofi nilai kebersamaan sebagai sikap, semangat, dan wujud kepedulian tulus yang membawa manfaat nyata dengan pengembangan IP secara kolaboratif.
Sebelumnya, instalasi Pipilaka juga pernah hadir di JNM Bloc Yogyakarta (26 Juni – 28 Agustus 2024) dan Road to: Pipilaka Calling di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (14 Desember 2024 – 2 Februari 2025).
“Kami ingin seluruh masyarakat Indonesia bisa kenal dengan Pipilaka tak hanya sebagai IP yang menghibur, tetapi juga menyampaikan edukasi dari sisi kreativitasnya. Semoga Kementerian Ekraf bisa memberi kami tempat untuk showcase Pipilaka ke berbagai daerah di Indonesia dan dipertemukan juga dengan partner yang punya teknologi baru sehingga bisa dikombinasikan bersama Pipilaka biar makin seru dan makin maju,” harap Eno Sigit, co-founder Pipilaka Foundation.
Kehadiran Kementerian Ekraf ke Pipilaka Calling menjadi tindak lanjut audiensi tanggal 6 Maret 2025 untuk mendukung pengembangan IP lokal supaya diterima khalayak secara global.
Kementerian Ekraf senantiasa mendorong IP-IP lokal untuk hadir dalam ruang-ruang kreatif dengan konsep keterlibatan teknologi digital yang menyajikan pengalaman penuh imajinasi dan inspirasi.
Turut hadir ke Pipilaka Calling, yaitu Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Kementerian Ekraf Dadam Mahdar, Treasure General Pipilaka Foundation Putri Intan Sari, serta Deputy Secretary General Pipilaka Foundation Astrid Intan Sari.

