ANALIS MARKET (22/1/2026): IHSG Diperkirakan Sideways

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, JCI turun -124 poin pada penutupan perdagangan kemarin (21/1), karena aksi ambil untung setelah kenaikan baru-baru ini, ditengah meningkatnya ketegangan geopolitik, dan depresiasi rupiah.

Selain itu, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah, sesuai dengan konsensus pasar.

Dari sektor Komoditas, harga minyak mentah menguat seiring membaiknya sentimen pasar setelah risiko geopolitik mereda dan Badan Energi Internasional (IEA) menaikkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global serta memangkas perkiraan kelebihan pasokan.

Harga emas naik karena ancaman tarif baru melemahkan dolar AS dan meningkatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan The Fed, sehingga mendorong investor mencari aset lindung nilai.

Sementara itu, harga tembaga menguat didorong oleh melemahnya dolar AS serta ekspektasi pasokan yang semakin ketat di tengah membaiknya prospek permintaan dari Tiongkok.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG diperkirakan sideways di sekitar area support saat ini, di tengah sentimen pencabutan izin usaha di sejumlah sektor akibat pelanggaran lingkungan serta berlanjutnya potensi aksi profit-taking oleh investor asing. Sementara itu, nilai tukar Rupiah berpeluang menguat pada Kamis, didukung keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga di level 4,75% serta sikap BI yang cenderung tidak terlalu dovish,” sebut analis KISI dalam riset Kamis (22/1).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu;

-JARR - Technical Recommendation: BUY

Entry 1: 3,240; TP 1: 3,430; SL:3,050

Entry 2: 3,190; TP 2: 3,560

-PTBA - Technical Recommendation: BUY

Entry 1: 2,460; TP 1: 2,590; SL:2,340

Entry 2: 2,430; TP 2: 2,640