ANALIS MARKET (21/1/2026): IHSG Berpeluang Koreksi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (20/1) ditutup naik 0.01%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp6.5 Miliar.

Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, PTRO, BRMS, ANTM, dan ADRO.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street kompak melemah pada Selasa (20/1) setelah Presiden AS Donald Trump kembali memanaskan tensi geopolitik dengan ancaman tarif baru terkait rencananya mengakuisisi Greenland. Pernyataan tersebut menimbulkan aksi jual besar-besaran di Wall Street. Indeks Dow Jones Industrial Average menurun 1,76%, S&P 500 anjlok 2,06% dan Nasdaq Composite melemah 2,39%. Pelemahan tersebut terjadi setelah Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif terhadap impor dari delapan negara anggota NATO. Kebijakan tersebut akan diberlakukan hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland oleh AS. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebutkan tarif awal sebesar 10% akan mulai berlaku pada 1 Februari dan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni 2026. Trump juga mengancam akan mengenakan tarif hingga 200% terhadap anggur dan sampanye asal Prancis, menyusul laporan bahwa Presiden Emmanuel Macron enggan bergabung dalam inisiatif yang disebut Trump sebagai Board of Peace. Selain itu, Trump mengkritik keras Inggris atas rencana penyerahan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius, yang dinilainya sebagai tindakan ‘sangat bodoh’ dari sisi keamanan nasional. Trump menegaskan, isu tersebut menjadi salah satu alasan utama mengapa Greenland harus berada di bawah kendali AS.

Di sisi lain, Pergerakan pasar saham Asia-Pasifik sebagian besar melemah pada perdagangan Selasa (20/1), seiring investor mencermati kembali ancaman tarif AS yang terkait dengan isu Greenland. Ketegangan tersebut menimbulkan kekhawatiran akan semakin meluas jarak hubungan antara Washington dan negara-negara Eropa. Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah membahas opsi tarif balasan hingga langkah-langkah ekonomi represif lainnya, sebagai respons atas ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump. Langkah tersebut berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik terkait Greenland. Di kawasan Asia, pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Jepang setelah PM Sanae Takaichi menyatakan pada Senin bahwa ia berencana membubarkan parlemen dan menggelar pemilihan umum lebih awal (snap election) pada 8 Februari mendatang. Indeks Nikkei 225 Jepang menurun 1,11% dan Topix turun 0,84%. Di Korea Selatan, indeks Kospi terkoreksi 0,39%, sedangkan Kosdaq naik 0,83%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,66% dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,29%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (21/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 9025-9075 dan Resist IHSG: 9180-9220.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi Trading Idea hari ini: MINA, BRMS, ARCI, SMDR, KIJA, dan EMTK.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

MINA Spec Buy dengan area beli di 605-625, cutloss di bawah 600. Target dekat di 650-660.

BRMS Spec Buy dengan area beli di 1270-1310, cutloss di bawah 1270. Target dekat di 1370-1400.

ARCI Spec Buy dengan area beli di 1950-2020, cutloss di bawah 1950. Target dekat di 2100-2120.

SMDR Spec Buy dengan area beli di 406-412, cutloss di bawah 402. Target dekat di 420-434.

KIJA Spec Buy dengan area beli di 274-280, cutloss di bawah 274. Target dekat di 292-308.

EMTK Spec Buy dengan area beli di 1015-1040, cutloss di bawah 1000. Target dekat di 1065-1120.     

Disclaimer on