Penyederhanaan Kebijakan Pupuk Bikin Negara Hemat Rp14 Triliun per Tahun
Pasardana.id – Kebijakan pupuk disebutkan turut memberikan dampak pada penghematan anggaran negara hingga Rp 14 triliun per tahun.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebutkan, bahwa kebijakan ini selaras dengan Instruksi Presiden (Inpres) mengenai penyederhanaan distribusi pupuk subsidi, penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen sampai rencana pembangunan pabrik pupuk, sebanyak 7 pabrik.
“Tambahannya adalah membangun pabrik 7. Insyaallah, diresmikan pabrik pupuk 2029, 5 buah. Tidak pernah terjadi. Hanya kami geser regulasinya, yang dulunya subsidi-nya di hilir, kami geser ke hulu, menghemat Rp 14 triliun setiap tahun, hanya secara kertas. Itulah dahsyatnya kebijakan,” kata Amran di acara APKASI, di Kepulauan Riau pada Senin (19/1).
Mentan Amran pun menjelaskan, untuk penyederhanaan regulasi distribusi pupuk subsidi, sebelumnya penyaluran harus disertai izin 12 Menteri, Gubernur dan Bupati atau Walikota.
Namun, terkait rencana pembangunan pabrik pupuk baru, hal ini karena ada pihak yang disebut Amran memanfaatkan keberadaan pabrik pupuk yang sudah tua.
“Kalau pabrik lama, menggunakan gas, itu lebih besar dua kali lipat. Pabrik baru, hanya separuh, bahkan 40 persen. Tapi, jauh lebih menguntungkan yang pabrik tua. Kenapa? Menggunakan gas paling banyak untuk pupuk. Nah, ini menguntungkan. Menguntungkan untuk Direksinya,” ucap dia.
Meski begitu, hal tersebut kini sudah diatasi, salah satunya dengan rencana pembangunan 7 pabrik baru.
“Kami bongkar, Direksinya sepakat, ada Direksi pupuk? kalau tidak salah (ada tadi) minta maaf, ini Merah Putih yang memanggil dan saya hormat pada Bapak (Direksi pupuk) rela berkorban demi rakyat Indonesia,” tukas Mentan Amran.

