Target Tahun Ini, PGN Siap Regasifikasi 30 Kargo Demi Pemenuhan Kebutuhan Gas Domestik

Foto : istimewa

Pasardana.id – Dalam rangka mendukung ketahanan energi dan transisi energi bersih di Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) (IDX: PGAS) melalui anak usahanya, PGN LNG Indonesia, menargetkan tahun ini untuk melakukan regasifikasi 30 kargo LNG.

Target 30 kargo pada 2026 ini merupakan bagian dari upaya PGN untuk memenuhi kebutuhan gas domestik yang terus meningkat seiring penurunan produksi gas pipa.

Dan untuk melakukan operasional regasifikasi ini, PGN akan mengandalkan beberapa fasilitas strategisnya, antara lain; di FSRU Lampung, FSRU Jawa Barat dan Fasilitas LNG Arun.

Seluruh perwira PGN LNG bersama para mitra secara profesional menjaga keandalan operasional LNG, khususnya dalam memastikan pemenuhan pasokan gas bagi pembangkit dan sektor industri di wilayah Jawa Bagian Barat dan Sumatera.

"Kami memastikan Komisaris, Direksi, dan Perwira PGN LNG siap bekerja keras menjaga semangat serta komitmen dalam setiap misi energi untuk negeri,” ujar Direktur Utama PGN LNG, Nofrizal, dalam keterangannya yang dikutip pada Senin (19/1).

Lebih lanjut Nofrizal mengungkapkan, kegiatan Ship-to-Ship Transfer (STS) di FSRU Lampung menjadi pembuka rangkaian operasional LNG FSRU Lampung di tahun 2026.

Dimana, kargo LNG sebesar ±140.500 m³ dihantarkan dari Terminal LNG Donggi Senoro, Sulawesi Tengah, menggunakan kapal pengangkut LNG. 

Dia pun menyatakan, kegiatan ini sekaligus menandai STS ke FSRU Lampung di tahun 2026, yang berlangsung dengan aman, lancar, dan sesuai dengan standar operasional serta keselamatan yang berlaku.

“Seluruh kegiatan operasional FSRU Lampung senantiasa mematuhi komitmen keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” tukasnya.

Diketahui, FSRU Lampung merupakan fasilitas penyimpanan LNG terapung yang dikelola oleh PLI, sebagai subsidiary PT Perusahaan Gas Negara Tbk.

FSRU Lampung juga memiliki kapasitas penyimpanan LNG sebesar 170.000 m³ dengan kapasitas ragasifikasi mencapai 240 MMSCFD, yang berperan strategis dalam menjaga keandalan pasokan gas nasional.

Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PLI berperan aktif dalam menyalurkan energi bersih bagi Indonesia serta mendukung agenda transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060.