ANALIS MARKET (19/1/2026): IHSG Masih Tren Bullish

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian MNC Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (15/1), IHSG menguat 0,47% ke level 9,075 namun disertai oleh munculnya tekanan jual, target 9,100 pun sudah tercapai.

“Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], cermati area koreksi yang dapat terjadi di rentang 8,970-9,039 dan area penguatan yang berada di 9,123-9,151. Diperkirakan Support: 8,956, 8,908 dan Resistance: 9,077, 9,012,” sebut analis MNC Sekuritas dalam riset Senin (19/1).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu; CTRA, ITMG, RAJA, dan KLBF.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;

CTRA - Buy on Weakness

CTRA menguat 3,87% ke 940 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. Kami memperkirakan, posisi CTRA saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii].

Buy on Weakness: 900-920

Target Price: 960, 975

Stoploss: below 880

ITMG - Buy on Weakness

ITMG menguat 0,56% ke 22,275 dan masih didominasi oleh volume pembelian, namun pergerakannya masih tertahan oleh MA60. Kami perkirakan, posisi ITMG sedang berada pada bagian akhir dari wave [i] dari wave 1.

Buy on Weakness: 22,175-22,275

Target Price: 22,475, 22,675

Stoploss: below 22,125

RAJA - Spec Buy

RAJA terkoreksi 0,74% ke 6,700 dan disertai dengan adanya tekanan jual. Selama masih mampu berada di atas 6,525 sebagai stoplossnya, maka posisi RAJA saat ini sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (4).

Spec Buy: 6,625-6,700

Target Price: 6,975, 7,500

Stoploss: below 6,525

KLBF - Sell on Strength

KLBF terkoreksi 2,03% ke 1,205 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksinya tertahan oleh MA20. Kami memperkirakan, posisi KLBF saat ini sedang berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga KLBF masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 1,095-1,165 sekaligus menutup area gap-nya.

Sell on Strength: 1,215-1,230

Disclaimer On