ANALIS MARKET (19/1/2026): IHSG Berpotensi Sideways
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, diperdagangan sebelumnya (15/1), IHSG ditutup naik 0.47%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp474 Miliar.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, PTRO, BMRI, INCO dan JPFA.
Sementara itu, Indeks Utama Wall Street ditutup nyaris stagnan pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu (16/1), menjelang libur Panjang akhir pekan karena pasar saham tutup pada hari Senin untuk libur Martin Luther King Jr. Dow Jones Industrial Average turun 0,17%, S&P 500 melemah 0,06% dan Nasdaq Composite turun 0,06%. Sektor perawatan kesehatan turun 0,8% dan memimpin penurunan di antara sektor-sektor S&P 500. Saham-saham produsen chip naik, dengan indeks semikonduktor naik 1,2% dan melanjutkan kenaikan. Bank-bank besar AS sebagian besar mencatatkan hasil yang solid minggu lalu seiring dimulainya periode pelaporan S&P 500. Namun, saham-saham bank dan lembaga keuangan lainnya tertekan oleh kekhawatiran atas usulan Presiden AS Donald Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit selama satu tahun di angka 10%. Investor juga mencermati berita bahwa Trump mengatakan ia mungkin ingin mempertahankan penasihat ekonomi Kevin Hassett dalam perannya saat ini, menurunkan taruhan pasar bahwa Hassett akan menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell. Selain itu, musim laporan keuangan akan dimulai pekan depan dengan laporan dari perusahaan-perusahaan besar termasuk Netflix, Johnson & Johnson, dan Intel.
Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik ditutup beragam pada Jumat pekan lalu (16/1). Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,32% dan Topix menurun 0,28%. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,90%, S&P/ASX 200 Australia naik 0,48%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,29%, dan CSI 300 China turun 0,41%. Di sisi lain, saham-saham semikonduktor AS memimpin kenaikan setelah Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. membukukan rekor kuartal lainnya, dan menyatakan bahwa mereka memperkirakan akan meningkatkan belanja modal pada tahun 2026 menjadi antara USD 52 miliar dan USD 56 miliar. Selain itu, investor di Asia mengamati saham-saham terkait chip setelah AS mencapai kesepakatan perdagangan dengan Taiwan. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, perusahaan semikonduktor Taiwan setuju untuk menginvestasikan setidaknya USD 250 miliar dalam kapasitas produksi AS sebagai imbalan atas penurunan tarif “timbal balik”.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (19/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi sideways hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 9000-9040 dan Resist IHSG: 9100-9150.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi Trading Idea hari ini: ASII, CUAN, INET, DEWA, BUVA, dan INKP.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
ASII Spec Buy dengan area beli di 7050, cutloss di bawah 7000. Target dekat di 7125-7200.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 1835-1850, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1890-1910.
INET Buy if Break 525, dengan target dekat di 555-590. Cutloss di bawah 490.
DEWA Buy if Break 770, dengan target dekat di 795-830. Cutloss di bawah 745.
BUVA Buy on Weakness dengan area beli di 1835-1865, cutloss di bawah 1835. Target dekat di 1910-1975.
INKP Spec Buy dengan area beli di 9875-9950, cutloss di bawah 9875. Target dekat di 10100-10300.
Disclaimer On

