ANALIS MARKET (15/1/2026): IHSG Berpotensi Koreksi
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (14/1) ditutup naik 0.94%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.10 Triliun.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah ARCI, INCO, ANTM, BREN dan TLKM.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street kembali turun pada Rabu (14/1), melanjutkan penurunan. Pelemahan tersebut terjadi karena melemahnya saham teknologi seiring investor mencermati laporan kinerja emiten terbaru, serta perkembangan geopolitik. Indeks S&P 500 turun 0,53%, Dow Jones melemah 0,09% dan Nasdaq Composite anjlok 1%. Sektor teknologi menjadi penekan utama pasar. Di sisi lain, saham Broadcom menurun 4%, sementara Nvidia dan Micron Technology masing-masing turun lebih dari 1%. Saham Wells Fargo juga turun lebih dari 4% setelah perusahaan membukukan pendapatan kuartal IV yang melemah dari perkiraan. Bank of America dan Citigroup turut melemah meskipun laba mereka melampaui ekspektasi, karena hasil tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menopang pasar. Selain itu, serangan Trump terhadap Ketua Fed Jerome Powell berlanjut pada Selasa (13/1), di tengah meningkatnya kekhawatiran soal independensi bank sentral, setelah Departemen Kehakiman AS melakukan penyelidikan pidana terhadap Powell. Para bankir sentral dunia pun menyatakan dukungan terhadap Powell.
Di sisi lain, Bursa Asia beragam pada Rabu (14/1). Meskipun demikian pasar saham Jepang kembali mencetak rekor tertinggi di tengah sentimen politik pemilu. Indeks Nikkei 225 menguat 1,48% dan Topix melanjutkan penguatan 1,26%. Selain itu, indeks Nikkei Jepang didorong ekspektasi bahwa Perdana Menteri Sanae Takaichi akan mengumumkan pemilihan umum cepat yang diperkirakan berlangsung pada bulan Februari. Jika rencana tersebut terealisasi, pemilu ini akan menjadi ajang pertama bagi Takaichi untuk menghadapi langsung pemilih Jepang sejak menjabat. Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,65%, sedangkan Kosdaq turun 0,72%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 menguat 0,14%, seiring sikap investor yang masih berhati-hati. Pelaku pasar menunggu sentimen baru di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong naik 0,56%, Taiex Taiwan menguat 0,76% dan pasar saham daratan China melemah masing-masing sebesar 0,40% dan 0,31%.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (15/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 8950-9000 dan Resist IHSG: 9050-9070.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INDY, INCO, MBMA, ADRO, NCKL, dan KIJA.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
INDY Spec Buy dengan area beli di 3260-3280, cutloss di bawah 3220. Target dekat di 3320-3380.
INCO Buy if Break 6425, dengan target dekat di 6600-6700. Cutloss di bawah 6325.
MBMA Spec Buy dengan area beli di 760-770, cutloss di bawah 760. Target dekat di 790-815.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2220-2230, cutloss di bawah 2200. Target dekat di 2280-2320.
NCKL Spec Buy dengan area beli di 1385-1410, cutloss di bawah 1385. Target dekat di 1435-1480.
KIJA Buy if Break 314 dengan target dekat di 320-324. Cutloss di bawah 308.
Disclaimer on

