ANALIS MARKET (14/1/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Kenaikan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (13/1) ditutup naik 0.72%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.45 Triliun.
Saham yang paling banyak dibeli asing adalah INCO, ASII, MBMA, BBNI, dan ANTM.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street turun pada perdagangan Selasa (13/1), seiring tekanan pada saham JPMorgan dan meningkatnya volatilitas pasar akibat rangkaian kebijakan Presiden AS Donald Trump. Indeks S&P 500 turun 0,19%, Dow Jones melemah 0,8% dan Nasdaq Composite menurun 0,1%. Saham JPMorgan terkoreksi 4,2%, meskipun kinerja keuangan kuartal IV melampaui ekspektasi. Kenaikan pendapatan perdagangan tidak mampu menutupi pelemahan biaya investment banking yang berada di bawah proyeksi. Goldman Sachs turun lebih dari 1%, sementara Mastercard dan Visa masing-masing melemah 3,8% dan 4,5%. Trump sebelumnya juga mengusulkan agar perusahaan pertahanan dilarang membagikan dividen dan melakukan buyback saham, serta melarang investor institusi besar membeli lebih banyak rumah tapak tunggal. Saham Microsoft turut melemah lebih dari 1% setelah Trump menyatakan perusahaan tersebut akan mengumumkan kebijakan untuk mencegah kenaikan biaya utilitas akibat ekspansi pusat data. Di sisi lain, pasar sempat menguat setelah data inflasi AS menunjukkan core CPI Desember naik 0,2% MoM dan 2,6% YoY, di bawah ekspektasi. Inflasi utama naik 0,3% MoM dan 2,7% YoY, sesuai ekspektasi.
Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (13/1), dipimpin oleh kenaikan saham Jepang setelah indeks Nikkei memimpin kenaikan. Sentimen positif investor terhadap sektor AI menjadi pendorong utama, meski ketidakpastian terkait independensi The Fed masih membayangi pasar global. Indeks Nikkei Jepang melonjak 3,10%, ditopang pelemahan yen serta spekulasi kebijakan stimulus fiskal. Sementara itu, Kospi Korea Selatan naik 1,47%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,90% dan Taiex Taiwan bertambah 0,46%. Sedangkan, FTSE Straits Times menguat 0,85% dan FTSE Malay KLCI naik 0,75%. Sementara itu, pasar menantikan rilis data inflasi konsumen AS bulan Desember. Manajemen perbankan diperkirakan akan mendapat banyak pertanyaan terkait rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan bunga kartu kredit maksimal 10% selama satu tahun mulai 20 Januari. Bank-bank sebelumnya memperingatkan kebijakan ini berpotensi membatasi akses kredit bagi jutaan rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama menyatakan telah menyampaikan kekhawatiran atas pelemahan Yen yang bersifat satu arah kepada Menteri Keuangan AS, Scott Bessent.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (14/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan sepanjang bertahan di support 8900. Diperkirakan Support IHSG: 8860-8900 dan Resist IHSG: 8970-9000.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, ARCI, CDIA, MINA, ANTM, dan ENRG.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
MEDC Buy if Break 1505, dengan target dekat di 1530-1560. Cutloss di bawah 1490.
ARCI Spec Buy dengan area beli di 1745-1755, cutloss di bawah 1735. Target dekat di 1770-1805.
CDIA Buy if Break 1540, dengan target dekat di 1575-1620. Cutloss di bawah 1510.
MINA Spec Buy dengan area beli di 560-570, cutloss di bawah 550. Target dekat di 615-645.
ANTM Spec Buy dengan area beli di 3840-3880, cutloss di bawah 3810. Target dekat di 3920-3950.
ENRG Spec Buy dengan area beli di 1635-1645, cutloss di bawah 1620. Target dekat di 1670-1710.
Disclaimer on

