ANALIS MARKET (12/1/2026): IHSG Masih Berpotensi Melanjutkan Kenaikan
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG minggu kemarin (09/1) ditutup naik 0.13%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp59 Miliar.
Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, BMRI, AMMN, BBNI, dan BRIS.
Sementara itu, Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup menguat pada akhir pekan lalu, Jumat (9/1). Indeks S&P 500 menguat bahkan all time high didorong oleh saham Broadcom dan produsen chip lainnya. Indeks S&P 500 naik 0,65%, Nasdaq menguat 0,82% dan Dow Jones naik 0,48%. Laporan pekerjaan AS yang melemah dari perkiraan tidak banyak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga dari The Fed tahun ini. Sebuah laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat lebih dari perkiraan pada bulan Desember, namun penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,4% menunjukkan pasar tenaga kerja tidak memburuk dengan cepat. Saham Lam Research melonjak 8,7% menjadi US$ 218,36 setelah Mizuho menaikkan target harga saham pembuat alat manufaktur chip tersebut menjadi US$ 220 dari US$ 200. Saham Broadcom naik 3,8%, Alphabet menguat 1%, dan Tesla naik 2,1%. Saham Vistra melonjak 10,5% setelah Meta Platforms setuju untuk membeli listrik dari pembangkit nuklir perusahaan tersebut. Saham Intel melonjak hampir 11% setelah Trump mengatakan dia mengadakan "pertemuan hebat" dengan kepala eksekutif perusahaan pembuat chip tersebut, Lip-Bu Tan.
Di sisi lain, Bursa Asia beragam pada perdagangan Jumat pekan lalu (9/1), dengan mayoritas indeks naik. Seiring investor menanti rilis data nonfarm payrolls AS dan kemungkinan keputusan Mahkamah Agung AS tentang tarif Presiden Donald Trump. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 1,61% dan Topix menguat 0,85%. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong naik 0,19%, Kospi Korea Selatan bertambah 0,75%, dan CSI 300 China menguat 0,45%. Sedangkan, Taiex Taiwan turun 0,24% dan ASX 200 Australia melemah 0,03%. Di sisi lain, Straits Times naik 0,12% dan FTSE Malaysia menguat 1,02%. Sementara itu, pasar Asia juga akan mencermati sejumlah data yang akan dirilis hari Jumat (9/1), antara lain inflasi dan harga produsen China, indeks kepercayaan konsumen di Indonesia dan produksi manufaktur Malaysia. Para investor juga berfokus pada perselisihan antara China dan Jepang. Pada Kamis (8/1) China mengatakan bahwa kontrol ekspor barang-barang dwiguna ke Jepang tidak akan berdampak pada penggunaan sipil, dan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan sipil normal tidak perlu khawatir.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Senin (12/1), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8900. Diperkirakan Support IHSG: 8900-8920 dan Resist IHSG: 8950-9000.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: KPIG, BULL, PANI, NCKL, MDKA, dan INCO.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya;
KPIG Spec Buy dengan area beli di 218-224, cutloss di bawah 214. Target dekat di 230-240.
BULL Spec Buy dengan area beli di 600-615, cutloss di bawah 585. Target dekat di 635-670.
PANI Buy on Weakness dengan area beli di 11150-11400, cutloss di bawah 11100. Target dekat di 11600-11800.
NCKL Spec Buy dengan area beli di 1260-1300, cutloss di bawah 1250. Target dekat di 1330-1370.
MDKA Spec Buy dengan area beli di 2660-2680, cutloss di bawah 2640. Target dekat di 2770-2820.
INCO Spec Buy dengan area beli di 6225-6300, cutloss di bawah 6150. Target dekat di 6450-6700.
Disclaimer on

