BSI Ikut Serta dalam Akad Massal 50 Ribu Unit KPR FLPP di Serang, Banten
Pasardana.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) (IDX: BRIS) menegaskan komitmen sebagai bank syariah terbesar untuk terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
BSI mengikuti penandatanganan Akad Massal 50 Ribu Unit KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Banten, Sabtu (20/12/2025).
"BSI siap ambil bagian dari program strategis Pemerintah yang berupaya menyejahterakan masyarakat Indonesia melalui penyaluran pembiayaan KPR FLPP. Setiap tahunnya, kami berupaya secara optimal untuk menyalurkan kuota yang diberikan kepada BSI karena rumah merupakan kebutuhan dasar untuk hidup yang berkelanjutan," ujar Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, seperti dilansir laman BSI, Senin (22/12).
Dijelaskan, tahun ini, BSI telah merealisasikan KPR FLPP sekitar 4 ribu unit rumah (year to date, YTD) sedangkan sejak 2012 hingga saat ini mencapai lebih dari 65 ribu unit dengan total nilai penyaluran Rp8,5 triliun.
Saat ini, wilayah penyaluran KPR FLPP didominasi di wilayah industri dan memiliki penyerapan tenaga kerja MBR yang tinggi, yakni di Makassar, Palembang dan Semarang.
Lebih lanjut Anggoro menegaskan, bahwa kualitas pembiayaan untuk segmen ini sehat, dengan indikasi NPF di bawah 2%.
Untuk itu, tahun mendatang, BSI akan memperluas cakupan wilayah yang memiliki potensi penyerapan KPR FLPP yang tinggi dan tentunya bekerjasama dengan developer rekanan yang memiliki kredibilitas terpercaya sehingga rumah yang dibangun memiliki kualitas baik dan sudah terstandarisasi.
Sementara itu, acara penandatanganan Akad Massal 50 Ribu Unit KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci turut dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Momen ini menandai proyek strategis yang menjadi bagian krusial dari akselerasi program 3 juta rumah yang diusung pemerintah.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama BP Tapera serta para pemangku kepentingan sektor perumahan.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan penyediaan rumah subsidi dari 220.000 menjadi 350.000 unit per tahun, sejalan dengan visi pemerintah untuk memberikan hunian yang layak dan terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras untuk mewujudkan program 3 juta rumah.
“Hal ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan bukti nyata dari kerja keras bersama untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia," tegas Prabowo.
Adapun akad massal yang diselenggarakan tersebut memecahkan rekor sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, dengan melibatkan 50.000 unit rumah bagi MBR secara serentak.
Terdiri dari 300 MBR secara luring dan 49.700 MBR secara daring dari 33 provinsi dan 110 titik lokasi akad di seluruh Indonesia.

