See More
24 Oktober 2026, 09:04

24 Oktober 2026, 08:56

27 April 2026, 10:30

27 April 2026, 09:33

27 April 2026, 09:12

25 April 2026, 22:34
Saham|GEMS|dssa|pasar modal|PT Golden Energy Mines Tbk|PT Dian Swastatika Sentosa Tbk|transaksi bursa|Keluarga Widjaja
Oleh: Aziz

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Transaksi negosiasi efek bersifat ekuitas 2 hingga pukul 15.20 WIB, Senin (21/8/2023) mencapai Rp2,6 triliun atau 26,6 persen dari total nilai transaksi harian bursa sebesar Rp10,1 triliun.
Berdasarkan pantauan Pasardana.id, 2 ditransaksikan 1 kali untuk sebanyak 4,1 juta lot pada harga jual dan beli Rp6.500 per lembar.
Sedangkan dalam keterangan resmi 2 pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/8/2023) dijelaskan, bahwa perseroan telah membeli GEMS dari pemegang saham yang berhak atas dana tunai.
“Perseroan kini memegang 55,42 persen porsi saham 2. Dengan transaksi ini, seluruh rencana transaksi telah diselesaikan,” tulis Sekretaris Perusahaan DSSA, Susan Chandra.
Sedangkan pada tanggal 10 Agustus 2023, 2 melaporkan menerima sebanyak 2.848.721.125 lembar 2dari GEAR.
Alhasil, 2 memegang 48,43 persen porsi kepemilikan saham pada 2.
Jauh sebelumnya, Keluarga Widjaja akan mengalihkan sebanyak 2.044.145.469 lembar saham atau 77,49 persen porsi kepemilikan pada Golden Energy Resources Limited (GEAR) senilai USD275,63 dari 2 kepada anak usaha lainnya, yakni Duchess.
Pada saat yang sama, 2 akan menerima sebanyak 2.848.721.125 lembar saham atau setara 48,43 persen porsi saham 2 senilai USD1,209 miliar.
Saat ini, GEAR memegang 62,5 persen porsi kepemilikan 2.
Caranya, pembagian dividen saham 2 yang dimiliki GEAR secara pro rata kepada seluruh pemegang saham GEAR dan penurunan modal GEAR dengan cara pengembalian modal GEAR secara pro-rata kepada seluruh pemegang saham GEAR dalam bentuk pembagian saham 2 yang dimiliki GEAR.
Dalam keterangan resmi DSSA pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/3/2023) silam disebutkan, bahwa dalam rencana transaksi ini, perseroan tetap menjadi pemegang saham pengendali pada 2.
“Rencana transaksi ini sejalan dengan visi Perseroan untuk menjadi perusahaan terkemuka di bidang energi dan infrastruktur di Indonesia dan diharapkan dapat mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan usaha jangka panjang yang dapat memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham Perseroan,” papar manajemen DSSA.