See More

30 Mei 2026, 21:00

30 Mei 2026, 08:21

30 Mei 2026, 07:47

30 Mei 2026, 05:06

30 Mei 2026, 04:33

29 Mei 2026, 17:04
BEI|initial public offering/IPO|Freeport Indonesia|I Gede Nyoman Yetna|PT Inalum|pekerjaan rumah|Freeport-Mc Moran Inc|PT Indonesia Papua Metal Mineral
Oleh: Aziz

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menggiring PT Freeport Indonesia untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, bahwa secara umum bursa terus mengajak perusahaan layak IPO untuk melantai di bursa.
Misalnya, kami dengan Mandiri Sekuritas akan menggali potensi perusahaan- perusahaan layak IPO di seluruh Indonesia. Termasuk Freeport, jawab Nyoman ketika ditanya upaya BEI mengajak Freeport IPO, Jumat (7/7/2023).
Untuk diketahui, Freeport Indonesia merupakan pemegang konsensi area tambang Grasberg dengan cadangan terbukti mencapai 4 miliar ton.
Untuk cadangan emas mencapai 1,8 miliar ton yang akan ditambang hingga 2041, dengan cadangan (proven+probable) secara keseluruhan sampai 31 Desember 2019 dengan total nilai sebesar 29.08 juta troy oz.
Saat ini, sebanyak 48,8 persen porsi saham Freeport Indonesia dipegang oleh Freeport-Mc Moran Inc dan 51,23 persen dikuasai Inalum.
Namun, kepemilikan Inalum secara langsung sebesar 26,2 persen dan 25 persen dipegang perusahaan patungan Inalum dan Pemerintah Daerah Papua yakni PT Indonesia Papua Metal Mineral.