CEKA Kuras Kas Rp75 Miliar Demi Operasional Hingga September 2022
Pasardana.id - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (IDX: CEKA) mencatakan arus kas digunakan untuk aktivitas operasi sebesar Rp75,4 miliar pada akhir September 2022.
Pasalnya, penerimaan dari pelanggan hanya Rp4,722 triliun. Sedangkan pembayaran kas kepada pemasok mencapai Rp4,618 triliun.
Ditambah, pembayaran untuk beban usaha sebesar Rp42 miliar. Lalu, pembayaran kepada karyawan sebesar Rp54,728 miliar dan pembayaran pajak penghasilan badan Rp103 miliar.
Namun, CEKA membukukan laba periode berjalan sebesar Rp140,85 miliar pada akhir September 2022, atau tumbuh 8,5 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp129,56 miliar.
Hasil itu mendongkrak laba per saham ke level Rp237 per lembar, sedangkan di akhir September 2021 berada di level Rp218.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2022 tanpa audit emiten sawit itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/10/2022).
Rinciannya, penjualan bersih naik 33,8 persen menjadi Rp4,935 triliun yang ditopang peningkatan penjulan Crude Palm Oil (CPO) sebesar 21,9 persen menjadi Rp2,403 triliun.
Senada, penjualan palm kernel naik 48,3 persen menjadi Rp1,948 triliun. Lalu, penjualan tengkawang naik 53,5 persen menjadi Rp582,73 miliar.
Walau beban pokok penjualan membengkak 35,2 persen menjadi Rp4,646 triliun, tapi laba kotor tumbuh 14,6 persen menjadi Rp289,17 miliar.
Sementara itu, kewajiban berkurang 17,09 persen menjadi Rp257,78 miliar. Sedangkan ekuitas tumbuh 5,8 persen menjadi Rp1,468 triliun. Sehingga aset meningkat 1,7 persen menjadi Rp1,726 triliun.

