ANALIS MARKET (22/02/2021) : IHSG Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, beragam sentiment layak dicermati pelaku pasar diperdagangan awal pekan ini (22/2), antara lain;

1.Bank Indonesia (BI) mengumumkan data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal IV-2020 sekaligus keseluruhan 2020. Hasilnya agak campur aduk, ada yang membaik tetapi ada pula yang memburuk. Pada kuartal IV-2020, transaksi berjalan (current account) membukukan surplus US$ 0,8 miliar atau setara 0,3% dari Produk Domestik Bruto. Lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya yaitu surplus US$ 1 miliar atau 0,4% PDB. Sementara transaksi modal dan finansial mencatat defisit US$ 0,9. Dengan demikian, NPI pada kuartal IV-2020 dalam posisi defisit US$ 0,2 miliar. Angka ini memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya yang surplus US$ 2,1 miliar. Untuk keseluruhan 2020, transaksi berjalan masih defisit US$ 4,7 atau 0,4% PDB. Membaik dibandingkan 2019 yang defisit US$ 30,4 miliar (2,72% PDB). Kemudian transaksi modal dan finansial sepanjang tahun lalu surplus US$ 7,9 miliar. Hasilnya, NPI 2020 positif US$ 2,6 miliar, turun ketimbang 2019 yang surplus US$ 4,7 miliar.

2.Dari global, sebuah grup yang mewakili perusahaan internet yakni Amazon, Facebook, dan Alphabet bergabung dengan Kamar Dagang AS dan perusahaan lainnya mengajukan gugatan untuk menentang pajak iklan digital baru di negara bagian Mayland. Kamar Dagang yang merupakan asosiasi pelaku bisnis terbesar di AS, Asosiasi Internet yang mewakili selusin perusahaan teknologi, Asosiasi Industri Komputer dan Komunikasi, serta NetChoice mengajukan gugatan di Pengadilan Distrik AS di Maryland untuk meminta pajak baru tersebut dicabut. Gugatan itu menyebut pajak baru itu sebagai serangan hukuman terhadap iklan digital, tetapi bukan untuk iklan cetak. Pajak baru itu dinilai ilegal dalam berbagai cara dan harus dinyatakan melanggar hukum dan dilarang. Anggota parlemen negara bagian memperkirakan penerimaan pajak bisa meningkat sebanyak US$ 250 juta setiap tahun setelah pajak iklan digital itu diberlakukan. Negara bagian lain juga mempertimbangkan untuk menerapkan pajak iklan digital. Pajak iklan digital itu disahkan minggu lalu oleh Badan Legislatif negara bagian AS tersebut atas veto Gubernur Republik Larry Logan.

3.Secara teknikal analis, IHSG ditutup menguat (19/2) setelah jatuh ke level support terdekat. Indikator stochastic masih lemah, MACD histogram turun dan volume turun.

“IHSG berpotensi menguat jika mampu bergerak bullish, menargetkan level pertahanan di 6.281 - 6.314. Jika IHSG kembali bergerak dalam bearish candle, maka berpotensi turun lebih lanjut ke support di kisaran 6.151 - 6.200,” beber analis Kiwoom Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (22/02/2021).