ANALIS MARKET (20/11/2020) : Pasar Diperkirakan Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, beragam sentiment menjadi sorotan pelaku pasar diperdagangan hari ini, Jumat (20/11), antara lain;

1.Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk kembali menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI 7DRRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75%. Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan 25 bps menjadi 3,00%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4,50%. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, hingga 17 November lalu, BI juga telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sekitar Rp 680,89 triliun. Rinciannya, penambahan likuiditas ini bersumber dari penurunan giro wajib minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp 510,09 triliun.

2.IMF dan G-20 memperingatkan bahwa pemulihan dari resesi tahun ini masih berisiko dan dapat meleset karena kembali naiknya kasus Covid-19 memaksa pembatasan baru pada rumah tangga dan perusahaan. IMF mencatat adanya kemajuan dalam vaksin, tetapi juga mengatakan kenaikan harga aset menunjukkan terputusnya ekonomi riil dan potensi ancaman terhadap stabilitas keuangan. Di antara ekonomi utama yang terkena dampak paling parah adalah India, menurut Oxford Economics. Sementara itu, bahkan olahraga di luar ruangan dilarang di salah satu lockdown terkuat di dunia, di Australia.

3.Para pemimpin Asia-Pasifik pada Kamis menyerukan perdagangan terbuka dan multilateral untuk mendukung ekonomi global yang dilanda pandemi virus corona dan beberapa berharap lebih banyak keterlibatan dengan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Joe Biden.

4.Diperdagangan Jumat (20/11) pagi ini, indeks Nikkei 225 dibuka turun sebesar 0,57%, sementara Kospi naik tipis sebesar 0,06%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat turun bersamaan masing-masing sebesar 0,14%, 0,10% dan 0,09%.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, hari ini pasar diperkirakan melemah,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Jumat (20/11/2020).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.