ANALIS MARKET (11/7/2018) : Rupiah Berpotensi Melemah Akibat Imbas Sentimen Regional

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia terkoreksi hari ini, terlihat dari indeks futures-nya yang sebagian merah, walaupun indeks global ditutup kompak naik semalam, sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia HK Dolar dan Sin Dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan Rupiah menuju kisaran Rp.14.370 - Rp.14.390 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI,” ungkap Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Rabu (11/7/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan, realisasi penerimaan pajak per Semester 1-2018 tercatat sebesar Rp.581,54 triliun atau mencapai 40,8% dari target dan tumbuh hampir 14% yoy. Begitupun dengan penerimaan negara bukan pajak tercapai Rp.176,8 triliun atau 64,3% dari target dan naik 21% yoy.

Tetapi pemerintah memperkirakan tetap akan short-fall, tetapi dibawah target Rp70 triliun.

Realisasi ini membuat proyeksi defisit APBN 2018 menjadi 2,12%, dibawah asumsi APBN 2018 yang sebesar 2,19%.

Sementara dari eksternal, Presiden Trump tetap akan melanjutkan pengenaan tarif impor kepada barang-barang impor China untuk fase kedua senilai US$200 miliar sebesar 10% termasuk untuk barang-barang konsumsi, yang akan efektif pada 30 Agustus mendatang.

Pagi ini indeks di bursa utama Asia terkoreksi begitupun mata uang kuat Asia termasuk Yuan melemah terhadap USDolar.