Akhir Pekan, IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 4.468-4.578
Pasardana.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak di kisaran 4.468-4.578 poin pada perdagangan Jumat (8/11).
"Secara teknis, penurunan indeks akan berlanjut hari ini," kata Reza Priyambada, analis NH Korindo Sekurities Indonesia dalam riset harian yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (8/1).
Menurut Reza, berbalik melemahnya IHSG memberikan peluang untuk dapat melanjutkan pelemahan. Apalagi laju bursa saham global juga sedang berada dalam kondisi bearish sehingga dapat berimbas pada IHSG. Oleh sebab itu, Reza menyarankan investor untuk wait & see hingga pelemahan mereda atau beralih ke saham-saham yang dapat dijadikan trading harian. Investor tetap cermati sentimen yang ada pada laju IHSG.
Reza meminta investor untuk mempertimbangkan bertransaksi di saham Matahari Department Store (LPPF), AKR Corporindo (AKRA), Malindo Feedmill (MAIN), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Lippo Karawaci (LPKR), Matahari Putra Prima (MPPA), dan saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM). Kelompok saham tersebut, menurut Reza, masih berpotensi menguat dalam jangka pendek dan menengah.
Sementara analis Trimegah Securities Rovandi memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan bergerak antara 4.510-4.563 poin pada perdagangan Jumat (8/1).
Rovandi merekomendasikan 'beli' saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Dalam jangka menengah harga TLKM berpeluang naik ke Rp3.460 per saham.
Rovandi juga merekomendasikan 'beli' saham Bumi Serpong Damai (BSDE). Harganya masih berpotensi naik ke Rp2.040 per saham.
Saham Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) juga dianjurkan 'beli' oleh Rovandi. Secara teknis, harga INTP berpotensi naik ke Rp22.800. Sedangkan KIJA berpeluang naik ke Rp255 dalam jangka menengah. (*)

