ANALIS MARKET (26/3/2018) : Rupiah Berpotensi Melemah Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada indikasi indeks di bursa Asia akan berlanjut koreksi terlihat dari indeks futures bursa Asia yang kompak tercatat ‘merah’, ditambah sentimen koreksi di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu walaupun harga minyak mentah pagi ini dibuka menguat.

Adapun mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah pagi ini. “Kondisi tersebut kemungkinan menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini, dan dikawatirkan bisa menembus Rp.13.800 per USD,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Senin (26/3/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebut beberapa factor yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; Realisasi APBN 2018 per Februari 2018 tercatat penerimaan sebesar Rp.160,75 triliun dan belanja negara sebesar Rp.249,03 triliun. Penerimaan pajak tercatat naik 13,5% yoy dengan sumebr utama berasal dari kenaikan PPn dan PPnBM (18% yoy).

Sementara dari belanja negara sebagian besar realisasi untuk DAU dan DBH, di tengah musim Pilkada saat ini, dikawatirkan kurang menjadi pendorong ekonomi karena menurunnya aktivitas pemerintah daerah.

Adapun dari factor eksternal, China mulai menggunakan yuan untuk membeli minyak yang bertujuan bisa mengurangi dominasi USDolar. Sejak akhir 2016 lalu, pembelian minyak futures China sudah melebihi pembelian AS, Masuknya China ke pasar futures minyak dengan menggunakan yuan sebagai respon China terkait perang dagang dengan AS.