Investor Asing Jual Saham Rp2,356 Triliun, IHSG Turun di Bawah 4.800

foto : ilustrasi (ist)

PASARDANA.ID - Aksi profit taking investor asing atas saham ungguan memicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) turun 59,730 poin (1,232%) menjadi 4.786,974 poin pada, Senin (11/4), dari 4.846,70 poin, Jumat (8/4). Hampir semua saham unggulan berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun mencatat penurunan harga bervariasi.

Tercatat, transaksi beli investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin (11/4) mencapai Rp1,928 triliun, sedangkan transaksi jual Rp2,356 triliun. Dengan demikian, transaksi jual bersih pemodal asing pada Senin ini mencapai Rp427,724 miliar, meningkat 808% dibandingkan Rp47,075 miliar pada perdagangan, Jumat (8/1).

Berdasarkan data BEI, terdapat 217 saham ditutup melemah dari 406 saham yang diperjualbelikan Senin ini. Hanya 93 saham yang membukukan gain, sementara 96 saham lainnya ditutup stagnan. Adapun total volume saham yang berhasil diperdagangkan di BEI hari Senin ini mencapai 4,774 miliar unit dengan nilai transaksi Rp5,340 triliun.

Penyebab utama anjloknya IHSG adalah kemerosotan harga saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp200 triliun yaitu Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), Unilever Indonesia (UNVR), Bank Central Asia (BBCA), Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), dan Bank Mandiri (BMRI).

Pada transaksi Senin ini, tercatat harga saham HMSP turun Rp1.725 ke Rp97.275 per unit, TLKM turun Rp65 menjadi Rp3.380 per unit, UNVR terkoreksi Rp525 menjadi Rp42.475 per unit, BBCA turun Rp100 jadi Rp12.975 per unit, ASII turun Rp225 ke Rp6.975, BBRI turun Rp325 jadi Rp10.475, dan BMRI turun Rp325 jadi Rp9.525. (*)