See More

22 Mei 2026, 17:28

22 Mei 2026, 16:56

22 Mei 2026, 16:42

22 Mei 2026, 16:36

22 Mei 2026, 16:00

22 Mei 2026, 15:42
aksi korporasi|Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG )|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak cenderung positif hari ini seiring kembali berlanjutnya tren naik IHSG setelah keluarnya kinerja keuangan 9M 2017.
Selain itu, riset juga menyebutkan beberapa faktor lain yang mendasari prediksi tersebut, antara lain; Dow Jones naik 0.25% ditutup pada level 23,435. Sesuai ekpektasi pasar, rapat FOMC memutuskan tidak mengubah kebijakan suku bunga. The Fed diperkirakan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam rapat FOMC bulan Desember.
Adapun Bursa regional pagi ini bergerak mendatar dengan kecenderungan positif. Sebelumnya, IHSG naik membukukan rekor tertinggi baru ditengah aksi jual investor asing.
Kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung positif hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas, yang dilansir dari laman resminya, Kamis (02/11/2017).
Lebih lanjut, riset juga menyebutkan beberapa aksi korporasi dari para emiten, layak untuk dicermati para pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
AGII - Tambah filling station
PT Aneka Gas Industri (AGII) berencana menambah 11 stasiun pengisian gas atau
filling station tahun ini. Hingga bulan September lalu AGII telah menambah 9
unit filling station baru sehingga total filling station per akhir
September yang dimiliki menjadi 95 filling station.
Pembangunan sebuah filling station membutuhkan dana investasi sekitar Rp 5 Miliar hingga Rp 10 Miliar. Anggaran dana tergantung pada area dan kondisi lahan dari filling station yang akan dibangun.
Sepanjang tahun ini, AGII menganggarkan belanja modal senilai Rp 250 Miliar untuk menambah filling station. Selain itu, anggaran tersebut juga untuk menambah cyclinder, tangki, dan pengganti sparepart.
AGII masih mempertahankan target pertumbuhan penjualan sepanjang tahun ini antara 10%-20% dengan fokus pada proyek infastruktur pemerintah.
MCAS & KREN - Rencana akuisisi saham MatchMove
PT M Cash Integrasi (MCAS) dengan perusahaan induk, PT Kresna Graha Investama
(KREN), menandatangani nota kesepahaman untuk berinvestasi di PT MatchMove
Indonesia (MMI). MCAS dan KREN akan mengakuisisi kepemilikan saham di
perusahaan mobile wallet masing-masing sebesar 14.81% saham.
MatchMove merupakan anak usaha dari MatchMove Pay Pte. Ltd. di Singapura dan memiliki beberapa cabang di Filipna, Thailand, India, Vietnam dan Amerika Serikat. Saat ini, MCAS dan KREN tengah menunggu persetujuan yang diajukan MatchMove kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
INDY - Rencana emisi obligasi
RUPSLB PT Indika Energy (INDY) menyetujui rencana emisi global bond senilai
maksimum US$ 600 Juta melalui Indika Energy Capital III Pte. di Singapura.
Dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk menambah 45% saham Kideco Jaya
Agung, salah satu perusahaan tambang batubara terbesar, milik Samtan dan Muji,
sehingga total kepemilikan INDY akan menjadi 91%. Imbal hasil maksimal
ditargetkan pada 9.5%.
PPRO - Revisi belanja modal
Manajemen PT PP Properti (PPRO) menurunkan alokasi dana belanja modal (capex)
tahun ini untuk mengendalikan utang dan memaksimalkan penggunaannya untuk
pengembangan lahan, karena land bank yang dimiliki telah cukup memadai. Selain
dari rights issue, sumber kebutuhan dana juga diperoleh dari penerbitan MTN
senilai Rp287 miliar.
Baru-baru ini Tower Mahakam di PP Properti Jababeka sudah topping off lebih cepat dari target. Perseroan juga berencana membangun The Alton Apartment di kompleks kampus UNDIP. Adapun Westin View Surabaya, Louvia Jatinangor, dan Lagoon Avenue Bekasi akan dirilis menjelang akhir tahun.
**UNVR - Belanja modal
**PT Unilever Indonesia (UNVR) mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp
1.6 Triliun tahun depan, relatif sama dengan alokasi dana belanja modal tahun
ini. UNVR telah menyerap dana belanja modal sebesar Rp 1.3 Triliun pada 9M
2017 dari alokasi Rp 1.6 Triliun tahun ini yang banyak dialokasikan untuk
meningkatkan kapasitas produksi, menyelesaikan pembangunan gedung, dan
penambahan cabinet ice cream. UNVR membukukan kenaikan laba bersih 9M 2017
sebesar 10%Yoy menjadi Rp 5.23 Triliun Vs Rp 4.75 Triliun pada 9M 2016.
WIKA - Rencana emisi obligasi
PT Wijaya Karya (WIKA) berencana menerbitkan Komodo Bond senilai Rp 5.3
Triliun (US$ 400 Juta), dimana Rp 1.7 Triliun diantaranya akan digunakan untuk
melunasi utang jangka pendek, dan sisanya untuk membiayai ekspansi proyek
baru. Setelah Wika Gedung, Wika Realty ditargetkan IPO pada semester I-2018.