ANALIS MARKET (25/10/2018) : Kemungkinan Rupiah Bergerak di Kisaran Rp15.170 - Rp15.190 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi turun hari ini, dengan sentimen negatif koreksi di bursa global khususnya di indeks Dow, ditambah dengan harga minyak mentah yang turun pagi ini.

Sedangkan mata uang Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah.

“Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran Rp.15.170 - Rp.15.190 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI,” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam laporan riset yang dirilis Kamis (25/10/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan, PT Pertamina memberikan komitmen untuk menggunakan rupiah dalam pembelian minyak mentahnya seperti yang telah disepakati dengan Petronas, Malaysia. Selain itu, Reuters juga memberitakan pengumuman tender PT Pertamina dengan menggunakan mata uang non USDolar.

“Komitmen PT Pertamina ini akan membantu penguatan rupiah,” ujar Lana.

Sementara dari eksternal, hampir semua pasar saham global semalam terkoreksi. Koreksi paling tajam terjadi pada indeks Dow dan Nasdaq. Sentimen negatif berasal dari turunnya saham-saham berbasis teknologi, ditambah dengan data penjualan rumah  pada bulan September untuk single-family karena naiknya suku bunga mortgage dan harga rumah.

“Turunnya permintaan ini dikawatirkan sebagai sinyal awal dari potensi perlambatan ekonomi AS,” jelas Lana.