Investor Khawatir Kondisi DKI Jakarta Seret IHSG ke Level 5350

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.idIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini ditutup melemah seiring dengan penurunan bursa saham global di penghujung pekan ini.

Indeks turun -27 poin (-0,5%) ke 5.350 setelah bergerak di antara rentang level 5.340 - 5.370. Sebanyak 124 saham naik, 194 saham turun, 108 saham tidak bergerak, dan 150 saham tidak ditransaksikan.

Menurut analis NH Korindo Securities, Bima Setiaji bahwa pelemahan IHSG lebih disebabkan oleh sikap investor lebih memperhatikan pidato ketua Federal Reserve, Janet Yellen yang mengisyaratkan kenaikan suku bunga Federal Reserve dapat kapan saja.

"Ini ditafsirkan sebagai kenaikan pertama di Maret 2017," kata dia kepada Pasardana.id, di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Sementara itu, kondisi politik dalam negeri, lanjut Bima, mulai diwaspadai oleh investor. Seiring dengan akan diselenggarakan Pilkada putaran kedua untuk Provinsi DKI Jakarta.

"Dengan Pilkada dua putaran di DKI Jakarta, akan meningkatkan ketidakpastian," terang dia.

Kedua sentimen itu, jelas dia, menjadi faktor penekan IHSG hari ini. Padahal sehari sebelumnya terdapat kabar baik, yakni Neraca Perdagangan Indonesia Januari surplus sebesar USD1,39 miliar.

"Kabar baik itu tidak terlalu diperhatikan investor," terang dia.

Adapun pada perdagangan hari ini, investor bertransaksi Rp7,44 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp5,82 triliun dan negosiasi Rp1,61 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi jual bersih (net sell) Rp553,96 miliar.

Sementara itu, sebanyak sembilan dari total 10 indeks sektoral melemah, dipimpin sektor aneka industri yang turun -2,08% dan agribisnis yang turun -1,12%.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Indeks Nikkei225 di Jepang turun -0,58%, Kospi di Korsel melemah -0,06%, dan Hang Seng di Hong Kong terkoreksi -0,3.