Peminat Investasi Uang Digital Meningkat, Octoin Tingkatkan Layanan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Belakangan ini masyarakat Indonesia kian tertarik dalam berinvestasi pada instrument mata uang digital atau criptocurenncy. Melihat peluang itu, salah satu pelakunya Octoin, sebuah organisasi keuangan internasional meningkatkan layanannya dengan mengembangkan menjadi situs pertukaran global.

Pimpinan Octoin Indonesia, Diane mengatakan, saat ini terdapat puluhan ribu orang yang sudah memutuskan untuk berinvestasi di Octoin Coin atau OCC. Bahkan, ada beberapa pemimpin baru dan klub sukses dengan orang-orang yang tahu bagaimana mendapatkan penghasilan dengan bantuan cryptocurrency.

"Sehingga kami perlu meningkatkan layanan OCC," kata Diane dalam siaran pers, Selasa (2/1/2018).

Ia mengatakan, saat ini Octoin sedang menyelesaikan tahap pengujian OCC dan bersiap untuk melepasnya ke situs pertukaran global. Keunggulan dari OCC ini yaitu memiliki algoritma penambangan PoS atau Proof of Stake.

"Ini adalah algoritma yang digunakan oleh sebagian besar generasi baru cryptocurrencies. Keunggulan kompetitif PoS adalah bahwa teknologi ini tidak lagi menggunakan daya komputasi yang besar untuk pertambangan," ujarnya.

Ia menambahkan, sekarang pengguna dapat memiliki sebagian besar pangsa dalam sistem itu sendiri. Imbalannya akan sebanding dengan ukuran saham. Artinya, dana para investor tersimpan di dompet elektronik yang aman.

"Pada saat yang sama dana tersebut bekerja secara otomatis dan bertambah banyak jumlahnya," katanya.

OCC dijual pertama kali dengan harga US$1 per koin. Koin Ini pertama kali dirilis ke pasar pada musim gugur tahun 2017 dan menciptakan kesuksesan besar di kalangan investor.

Seperti diketahui, penggunaan mata uang digital secara umum semakin meluas di beberapa negara yang memberi izin. Meski demikian, di Indonesia sendiri, penggunaan cryptocurrency sebagai alat pembayaran belum memiliki izin resmi.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa akan berkoordinasi untuk membahas lebih lanjut terkait payung hukum bagi transaksi mata uang digital di Indonesia.