Faktor Berikut Jadi Sorotan Investor Diperdagangan SUN Hari Ini. Apa Saja?

foto : istimewa

Pasardana.id †Dalam paparan risetnya yang diterima Pasardana.id di Jakarta, Jumat (07/4/2017), analis fixed income MNC Securities, I Made Adi Saputra menyoroti beberapa faktor yang diprediksi dapat mempengaruhi pergerakan harga ataupun imbal hasil diperdagangan Surat Utang Negara pada hari ini.

Beberapa faktor yang dimaksud, yaitu;

1. Imbal hasil surat utang global terlihat mengalami kenaikan setelah Bank Sentral Amerika berencana untuk memperbaiki neraca keuangan mereka yang dikhawatirkan akan berdampak terhadap pasar keuangan global apabila tidak dikomunikasikan dengan baik kepada pelaku pasar.

2. Dari dalam negeri, rencana lelang penjualan Surat Utang Negara dengan target penerbitan senilai Rp15 triliun pada hari Selasa, 11 April 2017 akan mejadi faktor yang akan mendorong terjadinya koreksi harga Surat Utang Negara di pasar sekunder.

3. Investor akan mencermati data cadangan devisa periode Maret 2017 yang akan disampaikan oleh Bank Indonesia.

4. Secara teknikal, adanya koreksi harga telah memunculkan sinya arah perubahan tren dari tren naik menjadi tren penurunan harga. Dengan didukung oleh posisi harga Surat Utang Negara yang masih berada pada area jenuh beli (overbought), maka akan membuka peluang terjadinya koreksi harga di pasar sekunder.

5. Rencana Lelang Surat Utang Negara seri SPN03170712  (New Issuance), SPN12180412 (New Issuance), FR0061 (Reopening), FR0059 (Reopening) dan FR0074 (Reopening) pada hari Selasa, tanggal 11 April 2017. Pemerintah akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2017. Target penerbitan senilai Rp15.000.000.000.000,00 (lima belas triliun rupiah).

6. PT Pemeringkat Efek Indonesia mengafirmasi peringkat PT Bank Muamalat Indonesia Tbk pada peringkat "idA". Prospek dari peringkat tersebut adalah stabil. Pada saat yang sama, Pefindo juga mengafirmasi peringkat Sukuk Mudharabah Subordinasi Berkelanjutan I Tahun 2012 dan 2013 yang diterbitkan oleh perseroan pada peringkat "idA-(sy)".