London FTSE Melemah 51,47 Poin

foto: istimewa

Pasardana.id - Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, melemah 51,47 poin, atau sekitar 0,69 persen, pada Selasa (21/3/2017) dari sesi sebelumnya, menjadi 7.378,34.

Seperti dilansir BBC News, angka indeks melemah karena terdampak penguatan pound sterling dan mencuatnya kekhawatiran bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadapi berbagai tantangan dalam mewujudkan berbagai reformasi kebijakan yang telah dijanjikannya.

Nilai tukar pound terhadap dolar AS meningkat 1 persen menjadi US$1,249 per pound setelah inflasi di Inggris pada Februari 2017 meningkat 2,3 persen, dipicu peningkatan harga bahan bakar minyak dan makanan. Penguatan pound membebani perusahaan-perusahaan yang meraih laba di luar Inggris.

Saham pertambangan mendominasi top losers pada Selasa. Saham Glencore mengalami penurunan tercuram 4,24 persen. Sedangkan saham Rio Tinto dan BHP Billiton merosot sekitar 4 persen.

Namun saham perusahaan tambang lainnya, Fresnillo, memimpin top gainers dengan peningkatan 1,64 persen. Saham Fresnillo naik berkat meningkatnya harga logam mulia, kini mencapai harga tertinggi dalam tiga pekan terakhir.

Sebelum pelemahan yang terjadi, indeks FTSE 100 mencatatkan peningkatan empat sesi beruntun. Tiga diantaranya mencapai angka rekor penutupan tertinggi.

Sementara itu, Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, melemah 90,77 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 11.962,13 pada Selasa. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, berakhir datar dengan pergerakan turun 2,10 poin menjadi 10.211,90. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melorot 9,73 poin, atau sekitar 0,19 persen, menjadi 5.002,43.