London FTSE Melemah 19,33 Poin
Pasardana.id - Indeks FTSE 100 melemah 19,33 poin, atau sekitar 0,27 persen, pada Selasa (31/1/2017) dari sesi sebelumnya, menjadi 7.099,15, angka penutupan terendah untuk tahun ini. Gain yang tercipta dari penguatan 15 sesi beruntun hingga sempat mencapai level rekor penutupan 7.327 kini tak bersisa.
Seperti dilansir BBC News, pelemahan angka indeks pada Selasa dipicu penguatan pound sterling terhadap dolar Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan yang terdaftar di FTSE 100 sebagian besar merupakan perusahaan yang bergerak mencari laba di luar Inggris, sehingga menjadi dirugikan ketika pound menguat.
Penguatan pound mencapai 0,7 persen menjadi US$1,26 di tengah ketidakpastian perekonomian global dengan berbagai kebijakan yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Berbagai kejadian dalam 24 jam terakhir dan pemecatan Jaksa Agung AS (Sally Yates) menimbukan kekhawatiran yang membuat para investor enggan melakukan investasi,ââÅ¡¬ kata Michael Hewson, kepala analis pasar CMC Markets Inggris. Yates dipecat setelah menentang perintah eksekutif Trump yang memberlakukan larangan berkunjung ke Negeri Paman Sam bagi mereka yang berasal dari tujuh negara Islam mayoritas.
Pound melemah 0,2 persen terhadap euro menjadi 1,166 euro per pound dipicu perilisan data ekonomi yang menunjukkan pemulihan perekonomian Eropa mulai membuahkan hasil.
Seperti di Inggris, bursa-bursa Eropa berakhir turun akibat turbulensi kondisi di AS. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, anjlok 146,58 poin, atau sekitar 1,25 persen, menjadi 11.535,31. Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, merosot 46,10 poin, atau sekitar 0,49 persen, menjadi 9.315,20. Indeks Cac 40 di EuroNext Paris, Perancis, melemah 35,74 poin, atau sekitar 0,75 persen, menjadi 4.748,90.

