Bursa Asia Terus Menguat

foto: istimewa

Pasardana.id - Bursa saham Asia menguat pada Rabu (22/11/2017), mengikuti reli pasar modal global yang dipicu pertumbuhan kuat perekonomian dunia, meningkatnya laba perusahaan, dan kenaikan harga minyak dunia.

Seperti dilansir Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,4 persen hari ini, kembali menyentuh level tertinggi dalam 10 tahun terakhir seperti pada sesi sebelumnya berkat terdongkraknya saham sektor energi dan teknologi. Sejauh ini pada 2017, angka indeks telah meningkat 33 persen, peningkatan tertinggi sejak lonjakan 68 persen pada 2009.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, meningkat 106,67 poin, atau sekitar 0,48 persen, menjadi 22.523,15. Angka penutupan merupakan yang tertinggi sejak 10 November lalu.

Saham-saham yang meningkat secara signifikan hari ini adalah saham Fanuc Corp (1,6 persen), SoftBank Group Corp (1,2 persen), Dai-ichi Life Holdings (1,2 persen), dan Sumitomo Mitsui Financial Group (1 persen). Bursa Efek Tokyo akan tutup pada Kamis (23/11/2017) dengan berlangsungnya perayaan Kinro Kansha no Hi (Labor Thanksgiving Day).

Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, menguat 9,81 poin, atau sekitar 0,39 persen, menjadi 2.540,51. Saham Samsung Electronics meningkat 1,23 persen, meneruskan pergerakan positif dari sesi sebelumnya.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, menanjak 19,97 poin, atau sekitar 0,59 persen, menjadi 3.430,46. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melonjak 185,42 poin, atau sekitar 0,62 persen, menjadi 30.003,49.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 22,90 poin, atau sekitar 0,38 persen, menjadi 5.986,40. Pasar saham Asia Tenggara diwarnai sentimen positif dengan terjadinya peningkatan indeks utama Bursa Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Dalam pasar mata uang, nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah 0,2 persen terhadap yen Jepang menjadi 112,16 yen per dolar AS. Sedangkan terhadap won Korsel turun 0,6 persen menjadi 1.089,1 won per dolar AS.